Pesanan Pabrik Jerman Menciut, Kasus VW Masih Membayangi

489

Tingkat pesanan terhadap pabrik di Jerman secara tak terduga menurun pada bulan Agustus 2015 lalu. Turunnya sejumlah oder tersebut disebut-sebut sebagai tanda bahwa negara yang menyandang gelar ekonomi terbesar di Eropa saat ini sedang rentan terkena dampak perlambatan ekonomi Tiongkok dan pasar negara berkembang lainnya. Sebelumnya sudah dilaporkan bahwa kinerja di sektor swasta Jerman sedang melambat pada bulan lalu yang terpantau dari turunnya skor PMI komposit yang menggabungkan kinerja di sektor manufaktur dan jasa ke level 54,1 pada September lalu dari level 55 yang tercatat di bulan Agustus. (Lihat juga: Kinerja Jasa Zona Euro Sentuh Level Terburuknya Dalam 7 Bulan)

Melambatnya kinerja sektor swasta di Jerman tersebut sebetulnya sudah tercium dari masih terkontraksinya laju pesanan pabrik di negara ini. Pasalnya pada Agustus lalu laju pesanan pabrik Jerman masih bukukan penurunan sebesar -1,8 persen, sedikit lebih baik dari yang tercatat di bulan sebelumnya sebesar -2,2 persen. Selain terkena sentimen negatif dari perlambatan ekonomi Tiongkok, sektor industri Jerman juga makin tertahan lajunya karena baru saja tersandung kasus Volkswagen AG. Dapat dilihat tren factory orders Jerman dalam setahun terakhir pada gambar dibawah ini:

Germany Factory Orders

Dalam rilis ini tercatat bahwa jumlah pesanan pabrik Jerman pada Agustus lalu jika tidak termasuk pesanan untuk item besar maka akan bukukan kontraksi pesanan pabrik yang lebih parah yaitu sebesar -2,1 persen. Secara rinci tercatat bahwa jumlah pesanan pabrik untuk permintaan domestik turun -2,6 persen karena permintaan untuk barang-barang investasi merosot, dan juga karena bertepatan dengan periode liburan sekolah.

Kasus Volkswagen nampaknya akan menjadi momok bagi perekonomian Jerman jika tidak segera diselesaikan, pasalnya penjualan mobil pun turut memberi kontribusi pada angka ekspor. Sebagai gambaran, pada tahun 2014 lalu, ekspor mobil pabrikan asal Jerman ke seluruh dunia menyentuh nilai 200 miliar euro atau setara US$225 miliar terbesar kelima dari seluruh ekspor Jerman. Itulah mengapa, skandal VW ini tidak bisa dianggap sepele. Karena skandal ini langsung menyentuh titik nadi perekonomian Jerman sendiri

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/BNV/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here