Sterling Sesi Eropa Berupaya Bullish, Namun Minim Katalis

221

Hingga dua sesi perdagangan valas hari ini (6/9) pergerakan kurs Poundsterling terhadap dollar AS masih dekat pada pembukaan. Pergerakan sempit ini dikarenakan tidak ada arahan rilis data fundamental dari kawasan ekonomi Inggris. Meski demikan Poundsterling memiliki kesempatan menekan dollar AS di sesi New York jika rilis neraca perdagangan (Balance of Trade) AS sesuai perkiraan.

Setelah kecewa dengan hasil rilis data ketenagakerjaan, malam ini sentimen negatif pada dollar AS akan didapat melaui data neraca perdagangan yang diperkirakan semakin melebar di bulan Agustus  dari sebelumnya $-41.86B. Namun kondisi akan berbalik jika data ini menunjukan perbaiakn atau penyusutan defisit.

Sekedar informasi bahwa sterling sebelumnya mendapat tekanan jual karena laporan terbaru menunjukkan aktivitas PMI sektor manufaktur dan jasa yang mengalami penurunan ekspansi.  Sehingga akan membatasi jika Sterling memiliki kesempatan naik.

Memantau kurs Sterling pada pair GBPUSD saat ini (08:50:11 GMT) bergulir di kisaran 1.5160 masih dekat dengan pembukaan 1.5145. Sedangkan pada perdagangan kemarin (5/10) pair ini berfluktuasi dan mengalami penutupan bearish dari pembukaan 1.5185 dengan capaian tinggi 1.5243 dan rendah di harga 1.5136.

Secara teknikal,  Analyst Vibiz Resarch Center melihatpergerakan GBPUSD di time frame H4 dalam fase sideways setelah beberapa hari perdagangan bearish, dan terindikasi mencari titik jenuh jual namun masih berpotensi bergerak ke bawah. Sehingga berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya sebaiknya mengantisipasi support kisaran 1.5120 tersentuh lebih dulu sebelum pada target resisten di kisaran 1.5190.

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here