Dollar Singapura Dan Rupiah 7 Oktober Kompak Lumpuhkan Dollar AS

765

Beberapa hari belakangan ini kurs di negara-negara emerging market Asia seperti Dollar Singapuran dan Rupiah Indonesia secara mengejutkan memukul balik penguatan dollar AS. Beberapa faktor yang membuat kondisi pembalikan yang mengejutkan ini diantaranya adalah dorongan harga komoditas yang terkerek harga minyak dunia yang naik sekitar 5%, mencerahkan negara komoditas seperti Indonesia.

Hal ini juga diindikasikan dengan mengalir kembali arus modal investor asing yang ditandai dengan rally bursa saham domestik. Para pelaku pasar untuk sementara ini mulai menghapus spekulasi kenaikan suku bunga The Fed karena indikator fundamental sektor tenaga kerja (Non Farm Payroll) menunjukan performa yang buruk selama dua bulan berturut di periode Agustus dan September.

Memantau kurs dollar Singapura pada pair USDSGD saat ini (08:54:11 GMT) bergulir di kisaran 1.4130, turun sekitar 0.50% dari pembukaan 1.4188. Pada perdagangan kamarin pair ini mengalami penutupan bearish tipis dari pembukaan 1.4023 dengan capaian tinggi 1.4278 dan rendah 1.4172.

Terhadap Rupiah pada pair SGDIDR saat ini bergulir di kisaran 9,732.19 mendekati terndah Agustus. Tercatat Rupiah menguat sekitar 3.2% terhadap dollar Singapura di pasar Spot yang merupakan hari penguatan terbaik sepanjang sejarah.

Berdasarkan transaksi antar bank di Indonesia menurut kurs BI, hari ini (7/10) harga jual dollar Singapura mengalami penurunan menjadi  9,929.05  dibandingkan dengan harga jual hari Selasa (6/10) di harga  10,165.27.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat bearish pada pair USDSGD sebagai perlawanan tren dan perkembangan saat ini telah bertahan di bawah harga 1.4200. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya, maka diperkirana pair ini akan menguji support di kisaran 1.4100.

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here