Lakukan Ekspansi Usaha Tanpa Utang, Saham LSIP Koreksi Lagi

875

Untuk mendanai ekspansi usaha yang cukup besar suatu perusahaan,  sering dilakukan pinjaman dana kepada lembaga keuangan atau perusahaan lain. Berbeda dengan emiten sawit dan karet yang satu ini, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) tidak memerlukan pinjaman dimana ekspansi yang dilakukan menggunakan kas internal.

Meskipun LSIP tidak memiliki utang hingga periode semester pertama lalu, namun dalam periode tersebut keuntungan yang diraih perusahaan berkurang banyak dari perolehan periode yang sama tahun 2014. Sejak tahun 2014, LSIP akui tidak miliki utang dan untuk lakukan ekspansinya sekarang perusahaan mengambilnya dari postingan EBITDA yang cukup besar yaitu Rp540 miliar.

Ekspansi yang sedang dilakukan LSIP sekarang-sekarang ini selain melakukan penanaman baru juga membangun pabrik kelapa sawit. Namun ekspansinya ini tidak membuat LSIP berutang dan perusahaan juga masih miliki plantable land bank.

Melihat lebih jauh kinerja keuangan dan jumlah area tanam perseroan pada semester pertama lalu, selain keuntungan yang didapat LSIP menurun juga area tertanam LSIP hingga 30 Juni mencapai 113.081 hektare. Sedangkan laba perusahaan periode tersebut  sebesar Rp308,85 miliar atau Rp45 per saham yang turun sebesar 35,46% bila dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp478,54 miliar atau Rp70 per saham.

Merosotnya kinerja LSIP pada Semester I 2015 disebabkan oleh Penjualan mengalami penurunan sebesar 12,24% menjadi Rp2,08 triliun dari penjualan pada Semester I 2014 yaitu sebesar Rp2,37 triliun. Penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh harga jual rata-rata yang mengalami penurunan dan juga volumen penjualan untuk produk sawit dan karet merosot. Di bawah ini adalah rincian Pendapatan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu  (7/10/15) saham LSIP dibuka pada level 1430  setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1415. Dan siang  ini saham  bergerak dalam kisaran 1445-1340 dengan volume perdagangan saham baru mencapai 173217 lot  saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham LSIP sejak pekan lalu  terpantau bergerak dalam koreksi. Terpantau indikator MA masih  bergerak naik dan indikator Stochastic mulai turun ke area tengah.

 Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun  didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan LSIP dalam potensi penurunan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp1298 hingga target resistance di level Rp1370.

 

 

Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here