Rupiah Ditutup Menguat Signifikan ke 13.821

849

Pada penutupan perdagangan Selasa sore nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berhasil menembus level resistance psikologis kuat dan naik ke kisaran 13.800-an (7/10). Mata uang lokal memanfaatkan berbagai sentimen positif yang muncul di pasar valas dan saham dalam negeri. Kenaikan IHSG untuk sesi keduanya memberikan dukungan bagi nilai tukar rupiah.

Kinerja mata uang di Asia membaik pada perdagangan hari ini. Mata uang Negara-negara emerging markets mengalami rally setelah data tenaga kerja yang mengecewakan dari Amerika Serikat mengurangi kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini.

Data cadangan devisa yang menunjukkan penurunan di bulan September tidak memberikan pengaruh negatif yang biasanya terjadi. Laporan dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa cadangan devisa Indonesia per akhir September 2015 tercatat sebesar 101,7 miliar dollar AS atau lebih rendah jika dibandingkan dengan sebulan sebelumnya sebesar 105,3 miliar dollar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menyatakan penurunan cadangan devisa karena untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan operasi moneter melalui stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Di akhir perdagangan hari ini mata uang rupiah ditutup pada posisi 13.821,00 per dollar AS. Rupiah mengalami kenaikan harian yang signifikan yaitu sebesar 420,00 poin atau setara dengan 2,95 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di level 14.241,00  per dollar. Rupiah berhasil mencapai level paling tinggi sejak tanggal 14 Agustus lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan selanjutnya akan menghadapi resistance yang sangat kuat. Kondisi nilai tukar mata uang regional lain akan menjadi faktor yang juga memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

Mata uang rupiah untuk perdagangan selanjutnya berpotensi mengetes level resistance kuat pada posisi 13.600  dan 13.500 per dollar. Sedangkan level support harian yang akan ditemui jika terjadi penurunan pada mata mata uang ini ada di 14.000 dan 14.100 per dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here