Alasan Kurs Euro Akhir Pekan 9 Oktober Tetap Rally Namun Terbatas

591

Kurs Euro sesi Eropa akhir pekan (9/10) bullish mantap menekan dollar AS yang sedang lemah. Tidak ada arahan data indikator fundamental pada hari ini, namun Euro mampu menekan dollar AS karena dollar AS lemah oleh setimen negatif notulen FOMC yang menjawab alasan dari keputusan penundaan kenaikan suku bunga The Fed karena khawatir dengan pelambatan ekonomi global dan  risiko penurunan inflasi.

Sebagian besar pejabat FOMC ingin memulai kenaikan sebelum akhir tahun ini serta ingin melihat tingkat pengangguran lebih rendah dan tingakat kesempatan kerja yang tinggi sebelum memutuskan Fed Rate naik. Sayangnya yang mereka dapatkan adalah kekhawatiran di sektor tenaga kerja baru-baru ini, kerena pertumbuhan payrolls non-pertanian melambat secara signifikan dan upah stagnan.

Lain hal dengan notulen ECB yang dirilis kemarin tidak begitu membuat Euro jatuh meski pembuat kebijakan Eropa menyatakan prihatin dengan tantangan di perkembangan ekonomi negara berkembang akan mengancam dan inflasi  Eropa yang rendah. Namun ECB juga mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa perkembangan tersebut akan memiliki dampak pada perekonomian di kawasan Eropa. Itu adalah isi notulen FOMC berdasarkan pandangan perekonomian di belakang bulan September.

Namun Di bulan Oktober ini justru ekonomi Jerman terus menerus menujukan data yang mengecewakan dan ini mengindikasikan kemunduran yang perlu dikaji penyebabnya apakah benar adalah imbas dari pelambatan ekonomi global. Pertumbuhan Lokomotif Jerman melaporkan penurunan signifikan dalam aktivitas perdaganganya. Ekspor turun dengan jumlah terbesar sejak 2009, menyebabkan surplus perdagangan menyusut ke level rendah dalam setahun.

Alasan yang membuat Euro terus bertahan rally selain karena lemahnya dollar AS adalah kurangnya urgensi untuk meningkatkan stimulus menurut ECB. Gagasan meningkatkan program ini tidak dianggap serius pada pertemuan terakhir meeting ECB. Bahkan setelah notulen ini dirilis pihak Bank Sentral Jerman enggan untuk membicarakan pelonggaran dengan alasan tidak akan memperkuat pertumbuhan secara substansial.

Melihat perkembangan kurs Euro terhaap dollar AS pada pair EURUSD saat ini (08:17:18 GMT) bergulir di kisaran 1.1330, naik signifikan  dari pembukaan 1.1274 meski tidak ada rilis data. Pada perdagangan kemarin (8/10) pair ini mengalami penutupan bullsih dari pembukaan 1.1236 dengan capaian tinggi hingga 1.1327.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat pergerakan EURUSD hari ini berupaya menjaga bullish namun akan terbatas karena tidak didukung fundamentalnya. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya,  meski pair ini memiliki target bullish pada  resisten kisaran 1.1350, namun pergerakan terbatas akan membalikan arah EURUSD untuk menguji kembali support terdekat di kisaran 1.1250.

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here