2 Emiten Yang Melesatkan Kospi Pekan Lalu

661
indeks kospi

Kinerja perdagangan bursa saham negeri gingseng Korea Selatan dipekan kedua Oktober yang lalu, secara keseluruhan berhasil melanjutkan aksi rally diperdagangan pekan sebelumnya, dimana diperkuat oleh kinerja sektor otomotif dalam negeri serta lonjakan saham sektor electronics yang merupakan imbas dari melonjaknya kinerja saham Samsung Electronics.

Sektor otomotof dalam negeri, seperti saham Hyundai Motor, saham KIA Motor, dan saham Ssangyong Motor tampak mendapatkan penguatan terbesar dalam sepekan, yang dikarenakan permintaan maaf dari Volkswagen Korea secara resmi kepada para konsumen terkait kasus manipulasi emisi gas buang pada mobil bermesin diesel, dan menyatakan akan mengambil segala tindakan termasuk penarikan kembali, yang dimana kejadian tersebut bisa menarik kembali minat para konsumen untuk prroduk otomotif dalam negeri.

Demikian juga dengan kinerja menakjubkan saham Samsung Electronics, yang berhasil membangkitkan saham-saham electronics dalam negeri, dengan merespon pada pertumbuhan laba perseroan Samsung ditriwulan ketiga tahun ini yang mencapai sebesar 7,3 triliun won (Rp 87,6 triliun). Angka ini naik 5,8% dibandingkan dengan laba operasional triwulan kedua tahun ini. Peningkatan laba operasional tersebut erupakan kenaikan laba selama empat kuartal berturut-turut.

Saham-saham penguat dalam sepekan tersebut adalah saham Samsung Electronics, saham LG Electronics, saham Hyundai Motor, saham KIA Motor, saham Ssangyong Motor, saham Samsung SDI, saham LG Display, saham Posco.

Pergerakan indeks spot Kospi dalam pekan kedua tersebut berhasil ditutup menguat tajam sebesar 49.85 poin atau 2.47%, dengan menjadi 2.019,53 poin dari posisi penutupan diakhir pekan sebelumnya pada posisi 1.969,68 poin, serta berhasil mencatatkan lonjakan saham terbesar dalam sepekan pada posisi 2.019,80 poin dan terendah pada posisi 1.986,67 poin.

Demikian juga dengan pergerakan indeks berjangka Kospi dalam sepekan, yang berhasil mencatatkan penguatan sebesar 8.88 poin atau 3.61%, dengan menjadi 246.02 poin dari posisi penutupan diakhir pekan sebelumnya pada posisi 237.14 poin serta berhasil mencatatkan penguatan tertinggi dalam sepekan pada posisi 246.02 poin dan terendah pada posisi 237.63 poin.

Diperdagangan bursa saham Korsel, para investor diperkirakan akan menantikan dan merespon pada hasil rilis data ekspor dan impor, data pengangguran dan data inflasi dalam negeri.

Secara teknikal pergerakan indeks Kospi dalam sepekan, dimana garis MA5 yang berhasil menembus teritori atas BB10 weekly namun indikator Stochastic weekly yang menumjukan adanya indikasi pelemahan diperdagangan pekan selanjutnya, maka Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Kospi akan memiliki pergerakan range normal dengan level resistance pertama pada posisi 247.90 poin dan resistance kedua pada posisi 250.90 poin, serta level support pertama pada posisi 242.45 poin dan support kedua pada posisi 239.65 poin.

 

Hendri Timotius/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here