Abaikan Fundamental Lemah, Euro Terus Menekan Dollar AS

368

Kurs Euro mengawali hari perdagangan pekan ini (12/10) melanjutkan penguatan terhadap dollar AS meski terlihat minim arahan fundamental dari kawasan ekonomi Eropa. Pelemahan dollar AS didasari oleh laporan fundamental lemah pekan lalu yaitu defisit neraca perdagangan semakin melebar serta skor ekpansi ISM non-Manufacturing PM juga sentimen negatif notulen FOMC telah meberikan Momentum bagi euro untuk menekan dollar AS hingga sesi ini.

Sementara dari kawasa ekonmi Eropa akhir-akhir ini mengabaikan fundamental lemah karena sentimen notulen rapat ECB masih dianggap segar bahwa ECB belum tertalau terdesak membicarakan pelonggaran lebih lanjut. Sehingga ini memberi alasan Euro mampu menjaga performa bullish namun akan terbatas. Deflasi masih mengancam serta tumpukan data lemah Jerman akhir-akhir ini telah ditunjukan.

Telah dipalorkan bahwa pesanan pabrikan Jerman bula Agustus masih negatif di angka -1.8%, Output Produksi m/m Agustus -1/2%, Pertumbuhan Lokomotif Jerman melaporkan penurunan signifikan dalam aktivitas perdaganganya. Ekspor turun dengan jumlah terbesar sejak 2009, menyebabkan surplus perdagangan menyusut ke level rendah dalam setahun. Tetapi Euro terus rally hingga menyentuh harga lebih dari 1.1350.

Kondisi fundamental tersbut berikutnya akan dikonfrmasikan melalui index sentimen ekonomi Jerman (ZEW Economic Sentiment Index) rilis hari Selasa (13/10) yang mengukur ekspektasi perkemabangan ekonomi dalam 6 bulan kedepan. Data ini diperkirakan mengecewakan atau turun dari skor 12,.1 sejalan dengan rentetan fundamental lemah Jerman lainnya. Laporan lainnya yang akan rilis masih dari Jerman yaitu Inflation Rate, yang diperkirakan belum membuat kontribusi mendorong percepatan inflasi di Zona Eropa.

Memantau kurs Euro pada pair EURUSD saat ini (08:30:11 GMT) bergulir di kisaran 1.1377, naik dari pembukaan 1.1360. Pada perdagangan akhir pekan lalu (9/10) pair ini ditutup bullish dari harga pembukaan 1.1275 denhgan capaian tinggi hingga 1.1386.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat pergerakan EURUSD hari ini berupaya menjaga bullish namun akan terbatas karena tidak didukung fundamentalnya, dan perkembangan saat ini sedang mencari area Jenuh beli. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya,  meski pair ini memiliki target bullish pada  resisten kisaran 1.1400, namun pergerakan terbatas akan membalikan arah EURUSD untuk menguji kembali support terdekat di kisaran 1.1300.

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here