Defisit Dagang Inggris Menyempit, Tertolong Oleh Rebound Ekspor Mobil

469

Kantor Statistik Nasional Inggris akhir pekan lalu kembali melaporkan rilis data defisit perdagangan negaranya untuk periode Agustus 2015 yang tercatat menyempit karena ekspor mobil dari Inggris pasalnya berhasil mencapai rekor tertinggi dan impornya juga menurun pada bulan tersebut. Tentu saja rilis posisi neraca perdagangan ini disambut baik oleh pasar meskipun secara keseluruhan, posisi defisit perdagangan masih tetap cukup besar dan pada data terpisah lain justru terlihat bahwa output konstruksi Inggris bukukan penurunan terbesar sejak terakhir kali tercatat pada akhir 2012.

Dalam publikasi akhir pekan lalu terlihat bahwa defisit perdagangan barang Inggris jatuh menjadi GBP 11,1 miliar pada Agustus lalu dari yang semula tercatat sebesar GBP 12,2 miliar di bulan Juli. Sementara itu ekspor barang naik GBP 0,8 miliar sehingga berakhir sebesar GBP 23,6 miliar pada bulan Agustus. Peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan ekspor sebesar GBP 0,6 miliar pada pengiriman mobil ke rekor tertingginya yaitu sebesar  GBP 2,4 miliar. Sementara itu, impor turun GBP 0,3 miliar sehingga tercatat sebesar GBP 34,7 miliar.

Sejauh ini, kinerja di sektor perdagangan masih menjadi perhatian utama Inggris meskipun defisit perdagangan turun tajam pada kuartal kedua lalu dan nilai transaksi perdagangan bersih telah memberikan kontribusi positif yang kuat untuk mendukung laju pertumbuhan PDB kuartal kedua lalu. 

Adapun defisit perdagangan Inggris dengan negara-negara Uni Eropa tidak berubah masih tetap sebesar GBP 7,4 miliar, sedangkan defisit perdagangan Inggris dengan negara-negara non-Uni Eropa menurun menjadi hanya sebesar GBP 3,8 miliar dari yang semula tercatat sebesar GBP 4,8 miliar.

Sedangkan untuk saldo perdagangan jasa berhasil bukukan surplus sebesar GBP 7,9 miliar, sedikit meningkat dari yang tercatat di bulan Juli yaitu sebesar GBP 7,8 miliar. Jika dikalkulasi baik dari saldo defisit perdagangan barang, surplus transaksi jasa dan menurunnya nilai impor maka total defisit perdagangan Inggris pada Agustus lalu menyempit menjadi hanya sebesar GBP 3,3 miliar dari yang semula tercatat sebesar GBP 4,4 miliar di bulan sebelumnya. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

United Kingdom Balance of Trade

Rilis terbaru ini memperkuat pandangan ekonom bahwa pada kuartal ketiga tahun ini kemungkinan besar laju pemulihan Inggris akan melambat. Oleh karena itu, optimisme konsumen dan sektor bisnis di negara ini diharapkan dapat tetap kuat untuk mendorong kenaikan upah riil supaya kondisi kredit di Inggris dapat membaik. Namun demikian, Bank of England tetap optimis laju pertumbuhan ekonomi Inggris pada Q3 ini dapat mencapai 0,6 persen. 

Meski demikian, Dana Moneter Internasional (IMF) telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,8 persen menjadi 3,5 persen. Penurunan juga dilakukan terhadap proyeksi 2016 menjadi 3,7 persen. Penurunan proyeksi oleh IMF ini disebabkan sejumlah faktor negatif, terutama pelemahan investasi. Hal tersebut dinilai memupus ekspektasi prospek pertumbuhan di sejumlah negara maju dan berkembang selama beberapa tahun mendatang.

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/BNV/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here