Fundamental Harian Dollar AS 12 Oktober, Sentimen Pekan Lalu Masih Berlanjut

253

Dollar AS selama sepekan lalu telah kehilangan nilai terhadap sekeranjang mata uang lainnya kecuali terhadap Yen Jepang, dan hari ini (12/10) sentimen pekan lalu masih berlanjut. Yang mendasari pelemahan dollar AS pekan lalu adalah defisit neraca perdagangan semakin melebar serta skor ekpansi ISM non-Manufacturing PMI menurun menjadi 56.9 September vs 59 Agustus yang juga membuntuti ISM Manufacturing PMI September.

 

Selain itu, pemicu utama adalah rilis notulen Meeting FOMC yang menjelaskan aslasan The Fed menunda kenaikan suku bunga di bulan September antara lain adalah kondisi perekonomian global, serta ingin mencari dukungan dari sektor tenaga kerja agar mendorong inflasi yang dikatakan masih rendah. Namun yang mereka dapatkan malah kemunduran yang ditunjukan oleh Payroll sektor non-pertanian dua bulan berturut merosot. Hanya menghasilkan 142.000 pekerjaan di bulan September dan angka di bulan Agustus direvisi turun menjadi 136.000 dari 173.000.

 

Sementara itu, pada kalender ekonomi pekan ini akan rilis perkembangan indikator tingkat harga-harga yaitu inflasi di tingkat produsen (PPI) hari Rabu (14/10), kemudian inflasi di tingkat konsumen (CPI) hari Kamis. Dollar AS akan semakin anjlok lebih lanjut jika data tersebut mengecewakan karena akan menghidupkan kekhawatiran tentang deflasi. Kemudian investor semakin yakin The Fed tidak akan membuat kebijakan hingga awal Desember, ini menjadikan alasan investor sebagai waktu kesempatan untuk menukar dollar AS dengan asset menguntungkan yang sedang murah.

 

Namun demikian kelemahan dollar AS pun akan terbatas mengingat masalah lebih besar di perkonomian negara mata uang lain seperti Eropa, kali ini ditambahi oleh beberapa kelemahan data di Jerman, Jepang dengan ancaman resesi, serta masalah harga di negara komoditas seperti Kanada. Selain itu, yang menjadi pembatas pelemahan dollar AS adalah keyakinan investor bahwa The Fed akan menjadi Bank Sentral pertama yang melakukan kenaikan suku bunga dalam rangka normalisasi ekonomi.

 

Memantu index dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap sekeranjang mata uang lainnya saat ini (02:34:11 GMT) bergulir di teritori negatif di kisaran 94.76, turun dari pembukaan 94.83. Pada perdagangan sepekan lalu index ini dibuka di level 96.05 kemudian ditutup bearish akhir pekan di level 94.86 dengan capaian rendah di 94.68.

 

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat index dollar AS kemarin mendapat tekanan jual sangat dalam, namun pelemahan lebih lanjut masih terhalang oleh katalis yang minim sehingga awal pekan ini berpotensi sideways meskipun cenderung bearish. Berdasarkan level tinggi dan redah sebebelumnya maka potensi bearish terbatas pada support kisaran 94.50 dengan resisten terdekat kisaran 95.08

 

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here