Market Outlook 12 – 16 Oktober 2015

356

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau menguat secara signifikan di tengah positifnya pasar menanggapi paket-paket kebijakan deregulasi yang diluncurkan Pemerintah serta sentimen penguatan bursa global, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat tajam 9% ke level 4,589.34. Untuk minggu berikutnya ini (12 – 16 Oktober) bursa tampaknya masih akan positif situasinya dengan kemungkinan aksi profit taking pendek di antara hari. Secara mingguan, IHSG berada antara support di level 4415 dan kemudian 4012, sedangkan resistance level di posisi 4600 dan 4775.

Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau berbalik menguat tajam sebagai yang terbaik di kawasan Asia di antara dollar yang sedang melemah di pasar global serta respon positif atas kebijakan ekonomi dari pemerintah, di mana secara mingguan rupiah menguat signifikan 4.4% ke level 13,410. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,235 dan 14,800, sementara support di level 13,240 dan 13,020. 

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Darikawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales m/m pada Rabu malam; disambung dengan rilis inflasi Core CPI m/m, Philly Fed Manufacturing Index, serta data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; diakhiri dengan rilis Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat dini hari. Hari Senin pasar Amerika tutup karena libur nasional Columbus Day.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German ZEW Economic Sentiment dan inflasi CPI Inggris pada Selasa sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis Trade Balance China pada Selasa pagi; serta pengumuman BI Rate pada Kamis siang yang diperkirakan bertahan di level 7.50%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat melemah memasuki minggu keduanya secara global setelah catatan hasil pertemuan the Fed membangkitkan perkiraan penundaan kenaikan suku bunga, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau melemah ke level 94.860. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau naik turun dan berakhir menguat ke level 1.1355. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1090 dan 1.1015 sementara resistance pada 1.1460 dan kemudian 1.1720.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.5319 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.5660 dan 1.5820 sedangkan support pada 1.5090 dan kemudian 1.4565. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir stabil sekitar level 120.23. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 121.65 dan 125.26, serta support pada 118.15 serta level 116.20. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.7236. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.6900 dan 0.6775, sementara resistance level di 0.7437 dan 0.7655.

Pasar Saham Kawasan
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat mengikuti pergerakan bursa Amerika dengan signal yang kurang jelas dari the Fed untuk kenaikan suku bunga nantinya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 18438. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 19210 dan 20665, sementara support pada level 17400 dan lalu 17265. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 22458. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24135 dan 25660, sementara support di 20500 dan 20240.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat sekitar di atas 3% setelah rilis minutes dari the Fed mengindikasikan penundaan kenaikan suku bunga sementara waktu idi tahun 2015 ini. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat 3.7% ke level 17,081.89, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 17565 dan 17775, sementara support di level 15935 dan 15300. Index S&P 500 minggu lalu menguat 3.26% ke level 2,010.82 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2020 dan 2080, sementara support pada level 1860 dan 1820.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat secara terbatas dan berakhir dalam harga emas dunia yang menguat tipis ke level $1157.55 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1170 dan berikut $1187, serta support pada $1098 dan $1080. Di Indonesia, harga emas terpantau menurun ke level Rp494,866.

Seorang investor ketika memilih instrumen investasinya dan kemudian masuk ke pasar tentunya berharap akan memperoleh profit dari keputusan investasinya tersebut. Harapan. Itu sesuatu yang begitu memengaruhi pandangan investor dan keputusan investasinya. Harapan yang diwarnai oleh ekspektasi. Kalau Anda ingin kenal pasar –memang sangat sulit untuk mengenalnya—harus tahu seperti apa ekspektasi pasar hari-hari ini. Vibiznews.com telah siap sejak lama ingin memperkenalkan Anda kepada pasar, karena kami ada sebagai partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews

 

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Counsulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Jul Allens

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here