Rupiah Senin Pagi Bergerak Melemah Akibat Aksi Ambil Untung Pasar

630

Mata uang rupiah mengalami pelemahan yang cukup signifikan pada sesi perdagangan Senin pagi (12/10). Mata uang lokal kembali terpengaruh oleh sentiment negatif akibat aksi ambil untung yang dilakukan oleh para pelaku pasar setelah pekan lalu membukukan kenaikan mingguan yang mantap.

Rupiah mengalami peningkatan mingguan terbesar sejak tahun 2001 pekan lalu. Selama satu minggu perdagangan mata uang ini telah menghapuskan lebih dari setengah penurunannya dalam satu tahun belakangan. Mengecewakannya sektor tenaga kerja di Amerika Serikat membuat para pelaku pasar memprediksi bahwa Fed bakal menunda kenaikan suku bunga acuan hingga setidaknya tahun 2016 mendatang.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu rupiah berhasil mencapai level paling tinggi sejak tanggal 22 Juli. Dalam satu minggu perdagangan mata uang rupiah telah membukukan peningkatan sebesar 9,1 persen.

Hari ini IHSG terpantau dibuka pada posisi 13.432,00 per dollar AS. Mata uang lokal tersebut mengalami pelemahan tipis dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin di level 13.412,00 per dollar AS. Saat ini rupiah makin melemah dibandingkan posisi pembukaan. Rupiah sudah membukukan penurunan sebesar 25,00 poin atau 0,19 persen pada posisi 13.437,00 per dollar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini berpotensi untuk bertahan di teritori negatif namun terbatas dengan meredanya aksi ambil untung, dan rally positif rupiah pekan lalu masih tersisa di pasar dengan sentimen positif paket kebijakan tahap III yang dikeluarkan pemerintah.

Mata uang rupiah hari ini berpotensi kembali mengetes level support pada posisi 13.600 dan 13.700 per dollar AS. Sedangkan level resistance harian yang akan dites ada pada 13.300 dan 13.200 per dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here