Target Inflasi 2%, Sebagai Pijakan The Fed Untuk Menaikkan Suku Bunga AS

212

Wakil Ketua Federal Reserve, Stanley Fischer menyatakan ekonomi AS mungkin cukup kuat untuk mendorong kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Namun untuk dapat menaikkan suku bunga tersebut, para pembuat kebijakan harus memperhatikan pertumbuhan tenaga kerja domestik yang melambat dan perkembangan ekonomi global, sehingga dapat ditentukan waktu yang tepat untuk kenaikan suku bunga tersebut.

Fischer menyatakan pada pertemuan Federal Open Market Committee pada bulan September, sebagian besar peserta, termasuk Fischer sendiri, menyatakan perlu untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini, tapi tentu dengan syarat yang harus dipenuhi yaitu pertumbuhan ekonomi yang mantap dan perbaikan di pasar tenaga kerja, sehingga dapat mendorong untuk kenaikan inflasi mencapai target The Fed sebesar 2%. Demikian dinyatakan Fischer, hari Minggu (11/10) di Lima, Peru dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional.

Fischer menjelaskan bahwa tingkat pengangguran AS, yang saat ini berada di 5,1 persen, tidak sepenuhnya merupakan penurunan dalam pasar tenaga kerja. Fischer mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja tetap di bawah tren, dan jumlah yang di luar harapan untuk orang yang ingin bekerja penuh adalah pekerja paruh waktu. Sementara dua laporan penggajian terakhir telah mengecewakan, namun prospek pasar kerja untuk perbaikan lebih lanjut terlihat baik secara keseluruhan,” katanya.

Fischer, mengatakan bahwa inflasi kemungkinan akan bergerak kembali menuju target Fed 2 persen karena efek penurunan harga minyak dan dolar hanya sementara.

Pejabat Fed bulan lalu memilih untuk menetapkan suku bunga acuan mendekati nol, di mana hal ini sudah berlangsung selama hampir satu dekade. Risalah pertemuan 16-17 September FOMC, yang dirilis Kamis di Washington, menunjukkan pembuat kebijakan menyatakan perlambatan China menaikkan risiko untuk pandangan mereka untuk pertumbuhan dan inflasi di AS.

Dalam notulen FOMC tersebut juga dinyatakan, hasil laporan pekerjaan yang mengecewakan di bulan September, semakin melemahkan keyakinan kalangan ekonom dan investor bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Sejak rilis laporan pekerjaan di awal Oktober ini, beberapa anggota FOMC mengatakan mereka masih melihat kenaikan suku bunga bisa dilaksanakan tahun ini. Mereka adalah Presiden Fed New York, William C. Dudley, Presiden Fed Atlanta, Dennis Lockhart dan dari Fed San Francisco, John Williams.

FOMC dijadwalkan bertemu dua kali lagi di tahun 2015 ini, pada 27-28 Oktober dan 15-16 Desember.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here