Harga Kakao ICE Futures Rebound Hentikan Kekalahan 13 Sesi

751

Lantai perdagangan di bursa komoditas Amerika Serikat tetap dibuka meskipun kegiatan perbankan tutup (13/10). Harga kakao berjangka di ICE Futures New York mengalami penutupan di teritori positif, rebound setelah mengalami penurunan untuk 13 sesi berturut-turut dan sudah berada dalam trend bearish kuat. Aksi bargain hunting menjadi faktor utama penggerak menguat harga komoditas ini.

Harga komoditas bahan baku cokelat tersebut sempat berusaha untuk menembus resistance level tertinggi dalam 9 bulan belakangan pada pertengahan bulan September lalu. Kondisi pasar komoditas global secara umum masih lesu.

Harga kakao berjangka juga mengalami tekanan jual disebabkan oleh potensi membludaknya produksi di Pantai Gading dan Ghana. Kedua Negara penghasil kakao utama dunia ini sedang berada dalam musim tanam yang menunjukkan kondisi tanaman cukup baik. Permintaan yang lesu dan potensi peningkatan pasokan telah memberikan tekanan kuat para harga komoditas.

Di akhir perdagangan Selasa dini hari harga kakao berjangka kontrak Desember yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan yang cukup signifikan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 25 dollar atau 0,82 persen pada posisi 3.074 dollar per ton. Pada perdagangan malam tadi harga kakao tersebut sempat mencapai posisi paling rendah sejak tanggal 24 Agustus lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kelanjutan trend melemah. Saat ini indikator jangka pendek, menengah dan panjang masih berada dalam kondisi bearish.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 3.139 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.170 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 2.993 dollar dan 2.950 dollar.

 

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here