Harga Karet Tocom Berakhir Menguat Tipis, Pijakan Menguat Belum Solid

326

Harga karet alami berjangka di akhir perdagangan bursa Tocom siang ini berhasil bertahan di teritori positif (13/10). Harga karet alami Tocom mengalami pergerakan yang fluktuatif sepanjang perdagangan Selasa. Komoditas ini dibuka naik tetapi juga sempat melempem ke teritori negatif. Kenaikan yang terjadi di akhir perdagangan masih terbatas sebab para pelaku pasar belum menemukan pijakan yang cukup kuat untuk membukukan kenaikan yang solid.

Pada perdagangan hari ini nilai tukar yen Jepang masih mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Rally yang dialami oleh mata uang ini memasuki sesi kedua. Kenaikan nilai tukar yen tersebut telah menyebabkan harga karet hanya menguat tertahan.

Membaiknya harga karet disebabkan oleh turunnya target produksi karet di negara-negara produsen. Harga karet bertahan di zona hijau setelah data menunjukkan hasil produksi Asosiasi Negara Produsen Karet (ANRPC) tidak sesuai target.

Hasil produksi negara anggota ANRPC, termasuk Indonesia dan Thailand, diproyeksikan kurang dari 11,16 juga ton pada 2015 atau lebih rendah dari target 11,17 juta ton.

Pada perdagangan hari ini harga karet alami berjangka ditutup turun terbatas. Harga karet berjangka untuk kontrak paling aktif di bursa komoditas Tokyo yaitu kontrak bulan Maret 2016 berakhir dengan membukukan kenaikan sebesar 0,2 yen atau setara dengan 0,12 persen menjadi 174,2 yen per kilogram.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka di Tocom pada perdagangan selanjutnya akan kembali dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar yen Jepang dan harga minyak mentah. Kedua indikator tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pergerakan harga karet alami Tocom.

Harga komoditas karet berjangka di bursa Tocom akan mengetes level resistance di 180,00 yen dan 185,00 yen. Harga akan menemui support pada level 170,00 dan 165,00 yen jika harga melanjutkan perjalanannya ke teritori negatif.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here