Buruknya Data Impor Tiongkok Menekan Bursa Global

944

Bursa Wall Street ditutup negatif dinihari tadi imbas penurunan harga minyak dan buruknya data impor Tiongkok. Dow Jones ditutup turun 0,29 %, di 17,081.89, dengan penurunan saham Merck. S & P 500 ditutup turun 0,68 %, pada 2,003.69, dengan sektor perawatan kesehatan memimpin semua 10 sektor yang lebih rendah. Nasdaq ditutup turun 0,87 %, pada 4,796.61.

Bursa Asia dibuka melemah mengikuti pelemahan bursa Wall Street dan penantian dirilisnya beberapa data ekonomi Tiongkok seperti Inflation Rate pada hari ini. ASX 200 dibuka turun 0,6%. Nikkei dibuka turun 0,725 pada 18103.69. Kospi dibuka turun 0,3% pada 2012.83. ASX 200 turun 0,41% pada 5181.60.

Sementara harga Emas spot LLG ditutup naik 0,3% pada 1.167,86 dollar per troy ons terdorong sentimen penundaan kenaikan suku bunga AS tahun ini yang melemahkan dollar AS.

Sedangkan harga minyak di bursa berjangka WTI untuk kontrak bulan November tergelincir, ditutup turun 0,9% pada 46,66 dollar per barrel terganjal pernyataan Badan Energi Internasional (IEA) yang menyatakan kelebihan pasokan minyak dunia akan terjadi paling tidak dalam setahun ini.

Dari pasar valas, buruknya data Impor Tiongkok memicu kekuatiran perlambatan ekonomi global yang semakin memperkuat penundaan kenaikan suku bunga AS hingga tahun 2016 ini. EUR/USD naik 0,18% pada 1.1377. GBP/USD turun 0,65% pada 1.5246. USD/JPY turun 0,25% pada 119.72.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Selasa (13/10) ditutup turun 3,19% ke posisi 4483,08. Sentimen negatif yang menekan IHSG terjadi dengan buruknya data impor Tiongkok, yang melemahkan bursa Asia dan bursa Eropa pada pembukaan sore ini, berimbas melemahkan bursa Indonesia. Pada hari ini bursa Indonesia libur memperingati tahun baru Islam.

 

 

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here