Bioskop Blitzmegaplex Berhutang 110 Miliar Untuk Ekspansi, Sahamnya Kurang Menarik

422

Emiten Bioskop Blitzmegaplex PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang semester pertama lalu alami pertumbuhan pendapatan, melaporkan melakukan pinjaman kepada PT Bank KEB HANA Indonesia sebesar Rp 110 miliar. Pinjaman tersebut ditandai penandatanganan demand loan dengan PT Bank KEB HANA Indonesia pada 9 Oktober 2015.

Pemegang bioskop merek Blitz Megaplex ini melakukan pinjaman yang digunakan untuk ekspansi bisnis pada bidang layar bioskop. Melihat kinerja keuangan perusahaan semester pertama lalu, aset BLTZ hingga akhir Juni lalu mencapai Rp653,78 miliar menurun sedikit dari aset tahun 2014 yaitu Rp655,35 miliar. Sedangkan utang perseroan sendiri mengalami peningkatan dari Rp140,72 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp149,04 miliar pada Q1 2015.

Namun meski pendapatan meningkat, pada semester tersebut BLTZ alami kerugian bersih mencapai Rp12,17 miliar atau Rp(-42) per saham, namun jumlah kerugian tersebut menurun dari tahun sebelumnya. Selain itu pendapatan pokok BLTZ pada Q1 2015 telah mengalami pertumbuhan sebesar 20,95% menjadi Rp69,46 miliar dari  Rp57,43 miliar.  

Untuk pergerakan sahamnya dilihat dari lantai bursa perdagangan saham Kamis (15/10), saham BLTZ  terpantau tidak diperdagangkan sejak perdagangan pekan terakhir bulan September dengan harga saham terakhir di posisi 4700 per sahamnya. Dan rekomendasi analyst Vibiz Research Center untuk saham ini hanya wait and see.

 

 

Joel/VM/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here