Poundsterling Bergerak Flat Menanti Arahan Data Inflasi AS

211

Pergerakan kurs Poundsterling terhadap rival utama dollar AS hingga sesi Eropa hari ini (15/10) bergulir flat, menandai sikap pasar lebih cenderung menunggu arahan data fundamental AS kerena hari ini Inggris tidak mengeluarkan data-data indikator ekonomi. Sedangkan pergerakan pada perdagangan kemarin Sterling mendapat momentum penguatan ganda dari dukungan sektor tenaga kerja yang menggembirakan serta memanfaatkan kememahan fundamental AS.

Dukuangan kuat membalikan arah kurs Sterling dari sektor tenaga kerja meskipun klaim pengangguran naik di bulan September menjadi 4.6 ribu. Namun rata-rata pendapatan termasuk bonus tumbuh 3.0%, dan yang paling mengejutkan adalah tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak 2008.

Tidak ada arahan data dari kawasan Eropa dan Inggris hari ini, sehingga perhatian pentuh akan kembali pada perekonomian AS. Malam ini data inflasi AS periode September menjadi data penting utama pekan ini setelah notulen FOMC menunda suku bunga naik karena menghawatirkan infalsi rendah. Inflasi Produsen (PPI) rilis kemarin telah memberi setengah arahan dengan angka -0.5%, ini akan membuat potensial Inflation Rate AS m/m kembali di angka negative setelah perode Agustus di angka -0.1%.

Sentimen tersebut akan memberikan kesempatan berikutnya untuk GBP bullish atau sedikit terkoreksi. Sekedar informasi bahwa  Infaltion Rate AS basis bulanan di bulan Agustus lalu di  angka -0.1% dan secara tahunan data ini berada di angka 0.2% di bulan Agustus lalu, sementara infalsi inti tahunannya 1.8%.

Kemunduran laju inflasi telah dirasakan oleh negara mata uang lainnya seperti Eropa, Inggrsi, Jepang, Maupun Tiongkok. Ini dapat dikatakan sebagai pelambatan laju inflasi secara global sebagai dampak dari periode harga minyak dunia yang sedang murah. Sekedar informasi bahwa harga terendah minyak dunia di bula Agustus di sekitar harga 38 dollar per barrel dan di bulan September di sekitar 43.5 dollar per barell.

Untuk menjadi peredam pelemahan dollar AS dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga yang terlempar ke Tahun 2016 dan tetap di tahun 2015, maka data infalsi September ini harus mengejutkan naik. Namun kondisi tersebut tampaknya jauh dari kemungkinan mengingat di negara-negara mata  uang rivalnya seperti Inggris, Tiongkok, Eropa, dan Jepang telah mengalami kemunduran laju inflasi karena periode harga bensin murah.

Memantau pergerakan GBPUSD saat ini (10:20:11 GMT) bergulir fllat dikisaran 1.5485 masih dekat dengan pembukaan 1.5474. Sedangakan pada perdagangan kemarin  (14/10) pair ini naik tanpa balas dan ditutup bullish dari pembukaan 1.5246 dengan capaian tinggi di harga 1.5494.

Secara teknikal,  Analyst Vibiz Resarch Center melihat pergerakan GBPUSD kemarin di time frame Daily telah menguat signifikan melampaui kelemahan perdagangan sebelumnya menadakan tekanan bullish masih kuat namun akan mewaspadai koreksi kecil. Berdasarkan harga tinggi dan rendah, perkiraan bullish hari ini akan mengetes resisten 1.5550 dengan antisipasi support di kisaran 1.5400.

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here