Ringgit Menguat, Harga CPO Malaysia Anjlok

611

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan hari ini kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan (15/10). Harga komoditas ini menerima sentimen negatif kuat berupa kenaikan nilai tukar ringgit Malaysia. Tampaknya sentimen negatif akan cenderung mendominasi pada perdagangan hari ini.

Dollar AS yang masih mengalami penurunan lanjutan dalam trend bearish yang kuat hingga perdagangan Kamis. Dollar melemah tajam akibat rilis data ekonomi yang kurang mengesankan di Amerika Serikat. Hal ini membuat para pelaku pasar menurunkan harapan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga acuan tahun ini.

Pelemahan dollar AS memicu kenaikan mata uang di Asia termasuk ringgit. Apresiasi ringgit menyebabkan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mat auang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaannya turun tajam.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami penurunan tajam. Harga kontrak Desember yang merupakan kontrak paling aktif anjlok sebesar 38 ringgit atau setara dengan 1,64 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.282 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Pergerakan harga masih akan dipengaruhi oleh pergerakan mata uang ringgit dan kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak Juli di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.250 ringgit dan 2.220 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi rebound ada pada posisi 2.330 ringgit dan 2.360 ringgit.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here