Selama 2 Bulan Deflasi Terus Membayangi Perancis

738

Akhir pekan lalu, kantor statistik nasional Perancis yaitu INSEE kembali merilis data tingkat output industri dan manufaktur negaranya untuk periode yang berakhir pada bulan Agustus lalu. Dalam rilis tersebut tercatat bahwa laju pertumbuhan output tersebut merupakan yang tercepat dalam kurun 2 (dua) tahun terakhir atau sejak April 2013. (Lihat juga: Output Industri Perancis Meningkat Didorong Kinerja Manufaktur)

Pekan ini INSEE kembali melaporkan laju inflasi Uni Eropa untuk periode yang berakhir September 2015. Dalam rilis tersebut tercatat bahwa laju inflasi Perancis masih tetap stabil seperti yang tercatat di bulan sebelumnya yaitu sebesar nol persen. Sementara itu, indeks harmonisasi harga konsumen Perancis secara tahunan bukukan pertumbuhan sebesar 0,1 persen (yoy) pada bulan September lalu, tetap sama seperti yang terlihat pada bulan sebelumnya. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

France Inflation Rate

 

Dalam rilis tersebut tercatat bahwa inflasi harga makanan bukukan kenaikan sebesar 0,9 persen, sementara inflasi harga pakaian dan alas kaki turun sebesar 0,9 persen. Demikian juga dengan harga energi juga bukukan penurunan tahunan hingga 5,9 persen. Sedangkan harga konsumen inti bukukan penurunan sebesar 0,2 persen dari bulan sebelumnya dimana kala itu, bukukan pertumbuhan sebesar 0,1 persen.

Perancis sampai saat ini merupakan negara yang menempati posisi kelima untuk kekuatan ekonomi dunia. Dimana Perancis merealisasikan 5 persen dari PDB dan 6 persen dari perdagangan dunia. Tidak hanya itu, Perancis juga merupakan negara pertama dunia untuk industri barang mewah, peringkat kedua dunia dan peringkat pertama Eropa untuk bidang pertanian, peringkat ketiga dunia untuk produktivitas industri. Dengan segudang peringkat tersebut, pertumbuhan ekonomi Perancis pada Q2 lalu berhasil bertahan pada posisi stagnan meski ekonomi dunia sedang bergejolak. Meskipun sampai saat ini kinerja ekonominya masih mixed, hal tersebut nampaknya tidak membuat para pebisnis di negara ini menjadi pesimis.

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here