Sudah 4 Bulan Berturut-Turut, Laju Inflasi Italia Tidak Bergerak

757

Beberapa waktu lalu, ISTAT sudah lebih dulu mempublikasikan bahwa tingkat output industri Italia pada bulan Agustus lalu bukukan penurunan tajam yang melebihi perkiraan ekonom sebelumnya. Dalam rilis tersebut tercatat bahwa tingkat output industri Italia pada Agustus lalu mencatat kontraksi sebesar -0,5 persen (mom), kontras dengan pertumbuhan sebesar 1,1 persen (mom) yang tercatat di bulan Juli. (Lihat juga: Output Energi Merosot, Tingkat Ouput Industri Italia Terkontraksi)

Menyusul buruknya rilis kinerja industri Italia pada Agustus lalu, pada pekan ini, laju inflasi bulanan Italia untuk periode September 2015 kembali dilaporkan oleh ISTAT. Dalam rilis tersebut tercatat bahwa laju inflasi Italia di bulan tersebut masih tetap stabil pada level yang sama dengan yang tercatat di 3 (tiga) bulan sebelumnya. Adapun laju inflasi Italia masih tetap tercatat sebesar 0,2 persen (yoy) pada bulan September lalu. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Italy Inflation Rate

Dalam rilis tersebut tercatat bahwa jika laju inflasi Italia jika tidak termasuk inflasi harga energi dan makanan yang belum diproses maka akan bukukan inflasi inti sebesar 0,8 persen, naik dari bulan sebelumnya yang bukukan inflasi sebesar 0,7 persen. Namun, jika laju inflasi Italia tidak termasuk inflasi energi maka laju inflasi intinya bukukan pertumbuhan sebesar 0,9 persen. Sementara itu, inflasi Uni Eropa atau HICP bukukan pertumbuhan sebesar 0,2 persen dari tahun sebelumnya, namun lebih lambat dari pertumbuhan sebesar 0,4 persen yang tercatat di bulan sebelumnya, bulan Agustus.

Terkait hubungan bilateral Indonesia-Italia, Pemerintah Indonesia melalui Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku memperoleh minat investasi dari pemodal Italia, khususnya untuk sektor infrastruktur.  BKPM melansir Italia masuk menjadi salah satu negara yang berminat untuk menanamkan modalnya di sektor infrastruktur dalam skema kerjasama pemerintah dan swasta (Public Private Partnership – PPP).  Pasalnya, untuk tahun 2015 ini sudah ada 15 proyek infrastruktur PPP yang siap ditawarkan dan membutuhkan keterlibatan investor dalam konstruksinya. 

BKPM merinci bahwa realisasi investasi Italia untuk semester I 2015 berada diperingkat 29 dengan nilai investasi mencapai US$ 6,1 juta dengan jumlah proyek mencapai 41 proyek. Sedangkan untuk minat, dari data semester I 2015, tercatat persetujuan investasi untuk 30 proyek dengan nilai investasi mencapai US$ 60,3 juta dengan rencana penyerapan tenaga kerja mencapai 874 orang.

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here