Defisit Anggaran AS Tahun 2015 Terendah Sejak 8 Tahun Terakhir

1001

Departemen Keuangan AS kemarin (15/10) kembali merilis posisi anggaran negaranya untuk tahun 2015 ini. Dalam rilis tersebut tercatat bahwa defisit anggaran Amerika Serikat (AS) pada tahun ini terpangkas ke level terendah dalam kurun delapan tahun terakhir, dibantu kenaikan penghasilan pajak yang jauh melampaui pengeluaran pemerintah. Adapun defisit tahun anggaran 2015 dilaporkan berakhir turun menjadi 439 miliar dollar dari 483 dollar yang tercatat di tahun lalu. Angka defisit tersebut pasalnya juga di bawah rata-rata dalam 40 tahun terakhir.

Kongres dan Gedung Putih masih bergelut membahas anggaran tahun 2016 mendatang dan telah memperpanjang anggaran saat ini hingga 11 Desember. Secara terpisah, kedua pihak itu juga sedang berdebat tentang batas utang pemerintah Amerika dengan tenggat awal November. Sebagai informasi, nilai defisit anggaran AS terus berkurang sejak berakhirnya masa resesi, dimana angkanya sempat mencapai lebih dari satu triliun dollar dalam empat tahun pertama masa jabatan Presiden Barack Obama.

Sejauh ini, kondisi pasar tenaga kerja AS juga sudah lebih baik dibanding masa resesi dengan angka pengangguran yang terus berkurang. Sekitar 2,8 juta lowongan kerja dihasilkan dalam 12 bulan terakhir hingga September lalu dan laba perusahaan juga meroket sehingga menambah penghasilan pajak pemerintah. Sementara itu pendapatan pemerintah naik 8 persen pada tahun ini menjadi sebesar 3,25 triliun dollar, sementara belanja pemerintah naik 5 persen menjadi 3,69 triliun dollar.

Meski defisit anggarannya berhasil menciut, pasalnya kebutuhan pendanaan AS akan mencapai batas pinjaman teratasnya pada 3 November mendatang. Hal ini mengakibatkan pemerintah kekurangan uang tunai yang diperlukan untuk membiayai operasi yang dianggarkan. Pinjaman oleh kementerian keuangan mencapai pagu sekitar USD18,1 triliun beberapa bulan lalu, dan sejak saat itu telah cukup banyak hasil positif dari pinjaman tersebut. Tetapi dengan anggaran AS membawa defisit sekitar USD426 miliar pada tahun ini, negara perlu terus meminjam lebih banyak untuk menutupi kekurangan.

Jika pemerintah AS tidak meningkatkan batas pinjaman tersebut maka bukan tidak mungkin akan mengimbas ke dalam sistem ekonomi dan merugikan peringkat kredit negara itu. Dengan posisi saldo kas yang sangat rendah saat ini jika dipaksakan maka tentu akan menghambat operasi pemerintah dalam situasi darurat. Mempertahankan saldo kas minimum dalam sebuah pemerintahan memang sangat penting dalam membantu melindungi terhadap potensi interupsi pasar

 

 

Stephanie Rebecca/VM/BNV/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here