Depresiasi Ringgit Masih Beri Pengaruh Positif ke Harga CPO Malaysia

640

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Jumat siang terpantau mengalami peningkatan yang lumayan (16/10). Harga komoditas ini memperoleh dukungan menguat meskipun terbatas. Pelemahan ringgit dan potensi kenaikan permintaan membuat trend harga CPO saat ini sedang berada dalam kondisi bullish.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit mengklaim pemberlakuan program mandatori B15 (bio diesel) yang dijalankan sejak 26 Agustus 2015 kemarin telah mendongkrak harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

Memang di bulan Oktober ini harga mulai terangkat menguat. arga CPO sempat menyentuh angka US$ 600 per ton atau meningkat 50 persen dari posisnya pada Agustus lalu yang berada di level US$ 400 per ton. Peningkatan harga CPO yang terjadi hari juga masih terimbas oleh kenaikan impor oleh India. Pada bulan September lalu impor CPO dari Negara tersebut mengalami kenaikan tajam sebesar 15 persen menjadi 800 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan tipis. Harga kontrak Januari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 6 ringgit atau setara dengan  0,26 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.272 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan. Pergerakan harga masih akan dipengaruhi oleh pergerakan mata uang ringgit dan kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak Juli di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.290 ringgit dan 2.260 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi kenaikan lanjutan ada pada posisi 2.350 ringgit dan 2.380 ringgit.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here