Dollar Singapura Akhir Pekan 16 Oktober Kesulitan Menekan Dollar AS

360

Dollar Singapura di akhir pekan ini (16/10) terpantau kesulitan menekan dollar AS terus menerus seperti sebelumnya. Kesulitan ini datang setelah ekonomi besar Amerika Serikat melaporkan  perbaikan data inflasinya pada rilsi malam di sesi New Yoek kemarin. Hal ini jelas faktor eksternal selama ini lebih mendominasi, terlihat meski laporan yang baik dari domestik singapura di sektor perdagangan Non-Oil Export mengalami rebound namun kurs Singapura pada hari ini tidak mampu melwan kerasnya kekuatan dollar AS. Namun secara mingguan dollar Singapura telah berhasil mencatatkan penguatanya selama dua pekan terakhir.

Tadi malam data AS dikabarkan mengembaliakan optimis kenaikan suku bunga karena  Core Inflatioan Rate secara mengejutkan naik menjadi 1.9% dari sebelumnya 1.8% y/y, dan 0.2% dari 0.1% m/m. Di sektor tenaga kerja, klaim pengangguran berada di angka paling sedikit hanya 255 ribu peminta tunjangan. Data ini sekaligus mengurangi rasa cemas dari penurunan serapan tenaga kerja dan penjualan retail sehingga dollar AS memiliki pertahanan dari pelemahan terus menerus.

Dari Singapura, setelah mendapat dukungan dari data PDB kuartal ketiga rebound, dan  penjualan retail  tumbuh secara bulanan 5.0% bulan Agustus  dari sebelumnya -2.3%, pada basis tahunan tumbuh 6.1% di bulan Agusuts dibandingkan dengan 5.2%. Pagi tadi Non-Oil Export melaju pada2.8% di bulan September dibanding sebelumnya -4.6% m/m, dan 0.3% vs -8.4% y/y. Namun kurs dollar Singapura hari ini tetap lemah oleh perekonomian besar AS terdukung oleh inflasi naik.

Memantau kurs USDSGD saat ini (08:32:11 GMT) berada pada kisaran 1.3833, bergulir kuat dari penutupan sebelumnya di harga 1.3777. Pada perdagangan kemarin (15/10) pair ini hanya menutup bearish tipis dari pembukaan 0.7385 dengan cpaian tinggi 1.3822 dan rendah di harga 1.3719. Arahan selanjutnya dari AS adalah laporan output industri dan manufaktur AS serta survei kosumen dari Michigan.

Mengukur kekutan dollar Singapura terhadap Rupiah pada pair SGDIDR saat ini bergulir di kisaran 9,815.66. Berdasarkan transaksi antar bank di Indonesia menurut kurs BI, hari ini (16/10) harga jual dollar Singapura berbalik naik menjadi  9,852.95 dibandingkan dengan harga jual hari Kamis (15/10) di harga 9,702.12.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat pergerakn pair USDSGD hari ini adalah fase koreksi  untuk mendekati kembali harga di kisaran 1.3870 sebagai resistren. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya, maka diperkirana pair ini masih akan melemah jika msih bertahan di bawah resisten 1.3870 tersebut. Namun koreksi lanjuatan akan sampai melampaui 1.3900 jika harga berhasuli menerbus 1.3780.

 

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here