Ditutup Anjlok Dini Hari Tadi, Pagi Ini Harga Minyak Kembali Konsolidasi

280

Pada akhir perdagangannya Selasa dini hari tadi harga minyak mentah kembali membukukan penurunan yang tajam (20/10). Harga minyak mentah WTI anjlok nyaris 3 persen setelah harga bensin berjangka mengalami pelemahan besar-besaran yang dipicu oleh melambatnya ekonomi Tiongkok dan sinyal bahwa kesepakatan pencabutan sanksi atas program nuklir Iran akan diimplementasikan tahun ini.

Menguatnya nilai tukar dollar AS dan melemahnya bursa saham Wall Street juga meningkatkan sentiment negatif yang dialami oleh harga minyak mentah. Menguatnya nilai tukar dollar menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relative lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaan turun.

Sementara itu harga bensin malam tadi anjlok 4,2 persen. Penurunan harga bensin memberikan sinyal bahwa permintaan bahan bakar minyak tersebut mengalami penurunan. Permintaan minyak mentah di Tiongkok juga dilaporkan mengalami penurunan tipis pada bulan September lalu.

Pada akhir perdagangan Jumat dini hari harga minyak mentah WTI berjangka untuk kontrak Oktober ditutup dengan membukukan penurunan sebesar 1,37 dollar atau setara 2,9 persen di posisi 45,89 dollar per barel. Harga minyak mentah Brent mengalami pelemahan sebesar 1,6 dollar atau setara dengan 3,2 persen dan ditutup pada posisi 48,80 dollar per barel.

Harga minyak mentah WTI terpantau mengalami pergerakan yang masih cenderung melanjutkan penurunan terbatas pada sesi perdagangan di Asia hari ini. Harga komoditas ini diperdagangkan pada posisi 46,45 dollar per barel. 

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia berpotensi untuk melanjutkan fase konsolidasi. Secara umum tarik-menarik sentiment masih terjadi di pasar komoditas ini.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 48,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 50,00 dollar. Jika terjadi pergerakan yang makin melemah harga akan menemui support pada posisi 44,00 dollar dan 42,00 dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here