Alasan Seorang Petinggi BOE Ngotot Suku Bunga Acuan Inggris Naik Tahun Ini

890

Satu anggota Dewan Kebijakan Bank of England (BOE) tetap bersikukuh bahwa BOE harus segera mempertimbangkan langkah menaikkan suku bunganya di tahun ini jika ingin melanjutkan siklus pengetatan secara bertahap. Adapun tujuannya harus dilakukan bertahap mulai tahun ini adalah tidak lain untuk mengurangi dampak pengetatan kebijakan moneter di sektor rumah tangga dan bisnis.

Memang harus diakui, setiap normalisasi kebijakan yang diambil oleh bank sentral tentu akan memberikan dampak negatif pada jangka pendek, terutama dalam hal mahalnya pembiayaan sehingga kemungkinan laju penyaluran kredit dari perbankan ke sektor riil pun akan berkurang. 

Perlu diketahui, McCafferty adalah satu-satunya pembuat kebijakan di BOE yang mendukung kenaikan suku bunga dilakukan tahun 2015 ini. Padahal, anggota dewan yang lainnya termasuk Gubernur BOE, Mark Carney, mengisyaratkan untuk menaikkan suku bunga di tahun depan agar mendapatkan hasil analisa dan perhitungan yang tepat sehingga tidak tampak terburu-buru mengingat laju inflasi Inggris masih sangat rendah. 

Sebagai informasi, laju inflasi Inggris pada bulan September 2015 lalu bukukan perlambatan sebesar -0,1 persen (yoy) setelah tercatat flat di bulan Agustus bahkan BOE memprediksi hingga tahun 2016 mendatang laju inflasi Inggris masih akan tetap di bawah 1 persen. (Lihat juga: Untuk Kedua Kalinya Di Tahun Ini, Inggris Catat Inflasi Hingga Negatif)

Seperti diketahui, suku bunga BOE sampai saat ini masih ditahan pada rekor terendahnya yaitu sebesar 0,50 persen sejak Maret 2009. McCafferty mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebaiknya dilakukan tahun ini dengan mempertimbangkan bahwa kenaikan tarif pajak di Inggris sudah dilakukan sejak Agustus lalu jadi laju inflasi tahun ini seharusnya bisa terangkat dan makin mendekati target BOE jika kebijakan moneter ketat tetap dilakukan sehingga potensi risiko keseimbangan inflasi di tahun-tahun mendatang bisa menyebar. 

Sejauh ini, kinerja di sektor perdagangan masih menjadi perhatian utama Inggris meskipun defisit perdagangan turun tajam pada kuartal kedua lalu dan nilai transaksi perdagangan bersih telah memberikan kontribusi positif yang kuat untuk mendukung laju pertumbuhan PDB kuartal kedua lalu. Perlu dipahami berbagai rilis terbaru ini memperkuat pandangan ekonom bahwa pada kuartal ketiga tahun ini kemungkinan besar laju pemulihan Inggris akan melambat.

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/BNV/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here