Harga Kopi Jatuh ke Level Terendah Dalam 2,5 Minggu

326

Sempat bergerak rebound pada sesi perdagangan sebelumnya, harga kopi arabika berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York dini hari tadi terpantau ditutup kembali di teritori negatif (22/10). Harga komoditas ini makin anjlok hingga mencapai posisi paling rendah dalam 2,5 minggu.  

Kenaikan nilai tukar dollar memegang peranan penting dalam pelemahan harga kopi arabika berjangka ini. Peningkatan dollar AS membuat harga jual komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relative lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya turun tajam.

Meskipun demikian faktor fundamental masih menunjukkan potensi trend bullish pada harga kopi arabika. Situasi yang buruk terjadi di kawasan penanaman kopi di Asia Tenggara. Indonesia dan Vietnam saat ini masih berada dalam musim kering. Belum ada tanda-tanda turun hujan yang cukup di kedua Negara tersebut.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan Desember ditutup anjlok di akhir perdagangan Rabu dini hari tadi. Harga berakhir pada posisi 1,2100 dollar, turun sebesar 3,75 sen atau setara dengan 3,01 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk mengalami penurunan lanjutan untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Potensi retreat sudah terbuka.

Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level support kuat di posisi 1,1777 dollar dan 1,1500 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dihadapi jika terjadi kenaikan lanjutan ada pada posisi 1,2657 dollar dan 1,3000 dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here