Pergerakan Sempit Terus Iringi Kurs Yen Jepang Terhadap Dolar AS

356

Pergerakan sempit terus mengiringi pergerakan kurs Yen terhadap dolar AS. Kelemahan Yen dan minimnya arahan data AS menjadi pemicu, sementara pelaku pasar masih sibuk mengasah data-data sebagai petunjuk yang memnungkinkan kebijakan apa yang akan diambiil masing-masing Bank Sentral. Kondisi ini membuat investor cenderung menahan transaksi besar sehingga pergeakan kurs belum menemui tren.

Dari sisi fundamental Yen Jepang, laporan perdagangan sama sekali tidak membantu Yen menguat meskipun defisit menyempit menjadi ¥ -114.5B perode September, pasalnya dalam laporan lebih rinci aktifitas ekspor hanya naik tipis 0.6% secara tahunan dan turun dari periode sebelumnya dan import anjlok menjadi menjadi -11.1%.

Kondisi ini membuktikan bahwa pasar Asia merepotkan para eksortir Jepang pada bulan September. Terutama kemunduran ini berkorelasi baik dengan import Tingkok anjlok hingga -20.3%. Masalah kurs Yen menjadi masalah pertama pada ekspor Jepang sehingga BoJ akan lebih menyukai kurs Yen yang lemah. Masalah berkutnya jelas pada data tersebut yang menujukan penuruan permintaan yang merupakan faktor eksternal.

Penurunan permintan luar negeri maupun domestik ini semakin memicu produksi Jepang  dalam tren penurunan dan memkasa Jepang dekat ancaman resesi di kuartal ketiga. Kondisi ini tampak membuat anggapan bahwa stimulus yang sekang kurang mempan untuk mengangkat perekomian. Jawaban apakah stimulus akan ditmabah atau BoJ lebih cenderung menunggu perbaikan perekonomian global, ini disaksikan pada pertemuan BoJ di akhir Oktober ini.

Memantau kurs Yen pada pair USDJPY saat ini (03:47:11 GMT) bergulir flat di kisaran 119. 86,tidak dari harga 120.00. Pada perdagangan kemarin (21/10) pair ini hampir tidak berubah dari pembukaan 119.84. Pada perdagangan hari ini data klaim pengangguran AS diperkirakan akan menurangi pergerakan sempit. Namun demikian selama masing bank sentral belum membuat kebijakan baru maka pair ini masih akan bergerak pada range terbatas.

Secara teknikal,  Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan USDJPY pekan lalu melebar jatuh signifikan kemudian berbalik naik namuan secara keselurauhan masih tetap bergerak pada tren datar atau sideways, dan masih konsolidasi tidak jauh dari harga 120.00. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya pari ini diperkirakan masih mengalami pergerakan sempit dengan minimnya katalis dan diperkirakan bergerak di bawah resisten 120.50 dan support 119.00.

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here