Deflasi Singapura Belum Berhenti, Biaya Transportasi Masih Murah

913

Sebelumnya, kinerja ekspor NODX Singapura pada September lalu sudah dirilis dan menunjukkan kinerja yang berbalik positif dari yang tercatat di bulan sebelumnya dengan berhasil bukukan pertumbuhan sebesar 0,3 persen (yoy), padahal di bulan sebelumnya bukukan penurunan hingga -8,4 persen. Pertumbuhan ekspor ini jauh diatas perkiraan ekonom yang sebelumnya masih memperkirakan kinerja ekspor Singapura berada pada teritori negatif sebesar 3,9 persen. Membaiknya ekspor Singapura perlu diapresiasi mengingat saat ini perekonomian dunia masih dalam fase melambat. (Lihat juga: Ekspor Elektronik Menguat, Kinerja NODX Singapura Membaik)

Departemen Perdagangan dan Industri Singapura siang ini (23/10) kembali merilis laju inflasi Indeks Harga Konsumen Singapura untuk periode yang berakhir September 2015. Dalam rilis tersebut tercatat bahwa laju inflasi Singapura masih berada di fase negatif meski pada laju yang lebih sederhana dari yang tercatat di bulan sebelumnya. Adapun laju indeks harga konsumen Singapura pada bulan lalu tercatat sebesar -0,6 persen (yoy), mencatat kontraksi yang lebih lambat dari yang tercatat di bulan sebelumnya yaitu sebesar -0,8 persen (yoy). Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Singapore Inflation Rate

Masih kontraksinya laju inflasi Singapura hingga bulan lalu disebabkan oleh masih murahnya biaya transportasi jalan swasta yang bukukan penurunan sebesar -3,2 persen (yoy), lebih buruk dari penurunan sebesar -2,9 persen (yoy) yang tercatat di bulan sebelumnya. Sementara itu laju inflasi makanan juga melambat menjadi sebesar 1,8 persen (yoy) pada bulan ini dari yang semula tercatat 1,9 persen (yoy) di bulan sebelumnya. Pada saat yang sama, inflasi di sektor jasa naik menjadi 0,8 persen (yoy) pada bulan lalu dari sebesar 0,5 persen di bulan Agustus, kenaikan di sektor jasa ini mencerminkan kenaikan biaya pada jasa perawatan kesehatan dan biaya transportasi jalan umum,

Untuk laju inflasi inti Sinagpura jika tidak memasukkan item biaya akomodasi dan transportasi jalan pribadi, maka tercatat tumbuh menjadi 0,6 persen (yoy) dari sebesar 0,2 persen (yoy) yang tercatat pada bulan sebelumnya. Laju inflasi inti diperkirakan akan menguat secara bertahap selama 2016 mendatang sebagai efek disinflasi harga minyak yang lebih rendah. Laju inflasi Singapura diperkirakan berada pada kisaran 0,5-1,5 persen pada 2016 mendatang, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan inflasi inti sebesar 0,5 persen di tahun 2015. 

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/BNV/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here