Dua Sesi Mundur, Harga Kakao Didesak Aksi Ambil Untung

345

Harga kakao berjangka terpantau mengalami pelemahan yang lumayan pada akhir perdagangan dini hari tadi (23/10). Harga komoditas bahan baku cokelat tersebut tergerus mundur untuk dua sesi berturut-turut didukung oleh aksi ambil untung yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Lesunya kegiatan pengolahan kakao di Amerika Utara dan Asia membuat harga komoditas ini makin terdesak.

Kondisi fundamental di pasar kakao sendiri relatif berimbang. Dari sisi permintaan tampak masih lesu terkait dengan kegiatan pengolahan kakao yang sedang mengalam perlambatan.

Sementara itu pasokan dari negara produsen juga masih kurang mengesankan sehingga memberikan support pada harga. Produksi kakao di Asia Tenggara diperkirakan akan berkurang karena musim kering El Nino yang hingga saat ini masih terjadi meskipun seharusnya kawasan tersebut sudah masuk ke musim penghujan. Kekeringan tersebut berdampak pada produktivitas tanaman.

Di akhir perdagangan Jumat dini hari harga kakao berjangka kontrak Desember yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan penurunan terbatas. Harga komoditas tersebut ditutup melemah sebesar 6 dollar atau 0,19 persen pada posisi 3.140 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam trend menguat untuk jangka pendek. Saat indikator jangka menengah dan jangka panjang memperlihatkan potensi bearish yang masih cukup kuat.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 3.215 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.250 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 3.081 dollar dan 3.050 dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here