Emas Sesi Asia Rebound Setelah Akhir Pekan Sentuh 1,5 Minggu Terendah

437

Untuk sesi perdagangan di Asia Senin pagi harga emas terpantau mengalami peningkatan yang terbatas (26/10). Komoditas ini berusaha rebound setelah mengalami penurunan yang signifikan hingga mencapai posisi terendah dalam 1,5 minggu pada perdagangan terakhir pekan lalu. Pada penutupan perdagangan Sabtu dini hari lalu harga komoditas ini tuun tipis dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

 Harga emas di akhir pekan kembali sempat terpukul akibat kenaikan nilai tukar dollar AS. Para investor memperkirakan bahwa Fed masih mungkin menaikkan suku bunga acuan tahun ini. Rally bursa saham global juga mampu menjaga kinerja aksi beli pada pasar komoditas ini. Harga emas sempat tertekan akibat ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga acuan.

Para investor awalnya berpendapat bahwa Fed akan terpaksa menunda kenaikan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Akan tetapi aksi beli emas segera menguap setelah ada kabar bahwa Tiongkok akan memberikan stimulus ekonomi dan beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang cukup mengesankan kembali memunculkan kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunganya tahun ini.

Pada akhir perdagangan pekan lalu harga emas spot LLG mengalami pelemahan yang signifikan sebesar 1,25 dollar. Harga emas LLG ditutup pada posisi 1.164,25 dollar per troy ons. Harga sempat mencapai posisi terendah sejak tanggal 13 Oktober di 1.158,80 dollar per troy ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pada sesi perdagangan hari ini harga emas spot berpotensi untuk mengalami rebound. Dukungan sentiment positif terhadap pergerakan menguat harga emas mulai tampak. Akan tetapi desakan sentimen negatif juga masih kuat.  

Pada perdagangan hari hari ini harga emas berpotensi mengetes level resistance pada posisi 1.172 dollar per troy ons. Jika berhasil ditembus harga berpotensi melanjutkan kenaikan lagi ke posisi 1.180 dollar. Sedangkan jika terjadi pergerakan yang retreat harga akan mengetes level support pada posisi 1.160 dollar. Jika berhasil ditembus harga akan melanjutkan pelemahan ke posisi 1.152  dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here