Kurs Yen Sesi Asia 27 Oktober, Gejolak Pasar Ekuitas Memaksa Yen Meninggalkan Pelemahan

550

Yen Jepang terpantau mulai meninggalkan pelemahan kurs terhadap dolar AS bersamaan dengan kejatuhan di bursa saham Asia seperti Nikkei, Hang Seng yang dipelopori oleh bursa Tiongkok. Tidak ada data fundamental dari kawasan ekonomi Jepang yang memicu penguatan pada hari ini (27/10). Mengenai peregerakan kurs Yen selain gejolak pasar ekuitas, tampaknya masih akan dikendarai oleh ekspektasi mengenai stimulus dari bank sentral Jepang (BoJ).

Pada perkemabangannya sentimen dari penasihat PM Abe yaitu Hamda memberi pernyataan bahwa tidak ada kebutuhan untuk (BoJ) untuk pelonggaran selama perkiraan Fed Rate naik masih membuat Yen lemah. Itu adalah ungkapan biasa yang menyiratkan bahwa BoJ memang menginginkan Yen lemah dan sedang menyimpan amunisi stimulus tambahan jika sewaktu-waktu sentimen global dari pasar ekuitas  mengarahkan Yen menjadi kuat melawan fundamental lemah.

Sementara itu tarik menarik Yen dengan dolar AS, kini ekspektasi pasar terhadap Fed Rate berpotensi mundur ke tahun 2016 dan akan membuat dolar lemah terlebih jika ditambah dengan rilis data mengecewakan pada pekan ini. Sebelumnya, indikator ekonomi yang menjadi pertimbangan utama yaitu inflasi dan pasar tenaga kerja sudah mengacaukan kemantapan The Fed untuk mengakhiri suku bunga rendah.

Ditambah lagi dengan perbedaan kebijakan antar bank sentral memakasa kurs dolar naik, dan kenaikan dolar bagi The Fed adalah masalah karena akan mengahambat inflasi dan perdagangan. Berkaitan dengan persaingan perdagangan, ECB sudah memberikan signal ancang-ancang pelonggaran lanjutan di bulan Desember, bahkan Tiongkok kembali memangkas suku bunga. Beberapa investor percaya ini akan memaksa BoJ untuk bertindak untuk mencegah apresiasi Yen.

Kurs Yen Jepang pada pair USDJPY saat ini (02:42:11 GMT) bergulir di kisaran 120.52, turun dari pembukaan 121.08. Pada perdagangan kemarin (26/10) pair ini ditutup kuat dari pembukaan 121.46 dengan capaian rendah 120.59 oleh sentimen data New Home Sales anjlok hingga 11.5% di periode September dan terbesar sejak Juli 2013.

Secara teknikal,  Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan USDJPY pekan lalu telah rebound dari pelemahan, namuan secara keseluruhan pair ini masih tetap bergerak pada tren datar atau sideways, dan diperkirakan akan  konsolidasi tidak jauh dari harga 120.00. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya pari ini diperkirakan akan menguji support 120.00 denga resisten terdekat kisaran 121.00.

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here