Rupiah Kembali Menguat Didukung Rencana Stimulus Tiongkok

300

Pada penutupan perdagangan Selasa sore nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami kenaikan yang cukup signifikan (27/10). Mata uang lokal terbantu menguat didukung oleh langkah bank sentral Tiongkok menurunkan suku bunga acuan.

Laju penguatan rupiah masih tertahan karena belum ada sentimen positif lanjutan yang bisa membuat mata uang ini melanjutkan rally. Mata uang rupiah masih mencoba untuk bertahan di area positif. Namun, kondisi global yang belum kondusif dapat membalikkan arah pergerakan rupiah.

Para pelaku pasar masih menantikan keputusan Fed. Bank Sentral Amerika Serikat diharapkan dapat segera mengeluarkan keputusan mengenai kepastian waktu kenaikan suku bunga acuannya agar investor dapat menyesuaikan posisi investasinya di negara berkembang.

Di akhir perdagangan hari ini mata uang rupiah ditutup pada posisi 13.623,00 per dollar AS. Rupiah mengalami peningkatan harian yang signifikan yaitu sebesar 25,00 poin atau setara dengan 0,18 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di level 13.648,00  per dollar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan selanjutnya masih rentan terhadap tekanan jual. Nilai tukar rupiah juga sangat dipengaruhi oleh kinerja bursa saham dalam negeri.

Mata uang rupiah untuk perdagangan selanjutnya berpotensi mengetes level support kuat pada posisi 13.700  dan 13.800 per dollar. Sedangkan level resistance harian yang akan ditemui jika terjadi kenaikan lanjutan pada mata mata uang ini ada di 13.600 dan 13.500 per dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here