Ditutup Retreat, Harga Batubara Gagal Ikuti Kenaikan di Pasar Minyak Mentah

437

Pada akhir perdagangan Kamis dini hari tadi harga batubara Rotterdam kontrak paling aktif harus menyerah kalah dan berakhir di teritori negatif (29/10). Harga batubara yang sempat terangkat oleh aksi bargain hunting justru berbalik melemah di saat harga minyak mentah menunjukkan kekuatan.

Harga batubara pada perdagangan sebelumnya naik mantap disebabkan oleh rencana Tiongkok memberikan stimulus ekonomi. Bank sentral Tiongkok telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya secara tiba-tiba. Langkah ini merupakan indikasi bahwa pemerintah dan bank sentral Negara tersebut sudah bersiap untuk melakukan pelonggaran moneter.

Akan tetapi pergerakan harga batubara sendiri masih berpotensi untuk kembali mengalami penurunan. Diperkirakan hingga akhir tahun ini harga komoditas sumber energi alternative tersebut akan terus melorot dan mencapai level 45 dollar per ton.  Di tengah sentimen yang masih bearish tersebut harga batubara kembali bergerak mundur.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Desember berada di posisi 51,15 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan yang lumayan yaitu sebesar 0,10 dollar atau setara dengan 0,2 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.  

Sementara itu harga batubara berjangka di bursa SGX untuk kontrak bulan Desember hari ini diperdagangkan pada posisi 46,00 dollar per ton. Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Desember 2015 hari ini ditransaksikan pada posisi 37,30 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 50,50 dollar dan support kedua di level 50,00 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 52,00 dollar dan 52,50 dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here