BOJ Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Rendah dan Stimulus Moneternya

471

Bank of Japan (BoJ) siang ini (30/10) kembali mengumumkan bahwa mereka tetap mempertahankan kebijakan moneter longgarnya tidak berubah dari bulan sebelumnya. Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda juga menegaskan bahwa jumlah stimulus moneter yang sejauh ini sudah disuntukkan ke dalam siklus perekonomian Jepang masih belum perlu ditambah yaitu sebesar 80 triliun yen ($ 664.000.000.000) karena dinilai cukup untuk mendorong laju inflasi Jepang agar bisa mendekati target inflasi yang dipatok BoJ yaitu sebesar 2 persen. 

Seperti diketahui pada hari ini BoJ juga baru saja merilis laju inflasi bulanan Jepang untuk periode September 2015 yang dalam rilisnya terlihat bahwa laju inflasi Jepang pada bulan lalu masih cukup jauh dari target 2 persen karena masih bertengger pada kisaran nol persen. Namun demikian, seperti sebelum-sebelumnya, Kuroda tetap merespons masih rendahnya inflasi Jepang hingga bulan lalu dengan optimismenya bahwa siklus ekonomi Jepang saat ini cukup kuat karena tertolong oleh profit yang berhasil diraup oleh perusahaan-perusahaan dan ketatnya pasar tenaga kerja. (Lihat juga: Laju Inflasi Jepang Tetap Bertengger Pada Kisaran Nol Persen)

Ditengah optimisme BoJ atas perekonomiannya, JPMorgan Chase & Co dan Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co justru berharap BoJ bisa lebih realistis melihat situasi ekonomi Jepang dan dunia saat ini untuk tidak segan memangkas perkiraan inflasinya. Pasalnya target 2 persen yang dipatok BoJ tersebut dinilai terlalu mengada-ada, beberapa ekonom melihat laju inflasi Jepang pada tahun 2015 ini kemungkinan hanya akan berada pada kisaran 0,3 persen dan 1,6 persen pada 2016 mendatang.

Tekanan dari berbagai pihak terhadap BoJ nampaknya akan membuat bank sentral Jepang ini segera meluncurkan paket stimulus barunya untuk mencegah risiko perlambatan ekonomi yang lebih buruk. Belakangan ini rilis kinerja di sektor industri Jepang masih bukukan penyusutan lanjutan. Selain itu, yang juga tidak luput dari sorotan BOJ adalah laju belanja konsumen rumah tangga di Jepang yang pada bulan lalu bukukan penurunan. Sedikit berbeda dengan optimisme BoJ, Pemerintah Jepang justru sudah memangkas penilaian ekonominya untuk Jepang paska rilisnya data permintaan ekspor yang masih lemah.

 

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here