Kinerja Ekonomi Korsel Cukup Tangguh, Tingkat Produksi Industri Rebound

321

Sebelumnya, masih di pekan ini Bank Of Korea (BoK) sudah lebih dulu melaporkan skor indeks keyakinan konsumen Korsel untuk bulan Oktober ini yang dalam publikasinya terlihat bahwa optimisme konsumen di negara ini naik ke level 105 pada bulan Oktober ini dari yang semula hanya berada pada level 103 di bulan sebelumnya. Perlu diketahui, level keyakinan konsumen pada bulan ini merupakan yang tertinggi sejak Mei 2015 lalu, dimana saat itu skor indeksnya berhasil menyentuh level 105,0. Pasalnya, di sepanjang periode Q3-2015 lalu, laju konsumsi dan investasi konstruksi di negara ini juga berhasil bukukan kenaikan yang melebihi perkiraan dengan laju PDB tercatat sebesar 1,2 persen (yoy), angka pertumbuhan tersebut juga adalah yang tertinggi dalam 5 (lima) tahun terakhir). (Lihat juga: Pertama Kalinya Dalam 5 Bulan, Level Optimisme Konsumen Korsel Sentuh Level Tertinggi)

Tentu saja rilis tersebut merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi ditengah berbagai terpaan sentimen negatif dari eksternal, tidak hanya itu, Biro Statistik Korea siang ini (30/10) kembali merilis data tingkat produksi industri bulanan negaranya untuk periode yang berakhir pada bulan September 2015 kemarin yang dalam riliisnya juga terlihat bahwa tingkat produksi dari sektor industri negara ini pada bulan September kemarin berhasil bukukan pertumbuhan yang lebih baik dari yang tercatat di bulan Agustus, yaitu sebesar 1,9 persen (mom), semula hanya sebesar 0,2 persen (mom). Realisasi tingkat pertumbuhan ini juga sekaligus melampaui perkiraan ekonom yang semula hanya memprediksi pertumbuhan sebesar 0,3 persen (mom) pada bulan lalu. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

South Korea Industrial Production Mom

Pertumbuhan output industri di negara ini pasalnya juga terlihat jika dibandingkan secara tahunan. Pasalnya tingkat produksi industri Korsel pada September lalu tercatat melonjak sebesar 2,4 persen (yoy), dimana laju pertumbuhan tersebut juga berhasil melampaui ekspektasi kenaikan yang diprediksi ekonom sebelumnya yaitu sebesar 0,3 persen (yoy) menyusul pertumbuhan sebesar 0,1 persen (yoy) yang tercatat pada bulan sebelumnya. Adapun indeks dari seluruh tingkat produksi industri pada bulan lalu berhasil bukukan kenaikan sebesar 2,4 persen pada basis bulanan dan sebesar 4,4 persen pada basis tahunan.

Sementara itu bidang manufaktur yang selama ini memiliki peranan penting terhadap tingkat produksi industri Korsel secara keseluruhan juga bukukan pertumbuhan indeks produksi pada bulan September lalu yaitu sebesar 1,9 persen pada basis bulanan dan sebesar 2,5 persen pada basis tahunan. Sejalan dengan kondisi tersebut indeks pengiriman oleh produsen juga tercatat tumbuh sebesar 2,8 persen pada basis bulanan dan tumbuh 3,5 persen pada basis tahunan. Demikian juga dengan Indeks Persediaan Produser juga meningkat 1,6 persen pada basis bulanan dan 7,5 persen pada basis tahunan.

Meski hampir seluruh rilis fundamentalnya menunjukkan hasil yang memuaskan, tetap harus diingat bahwa sejauh ini Korsel masih memiliki masalah dalam hal rendahnya inflasi. Rendahnya inflasi mengindikasikan di negara tersebut tidak terjadi pertumbuhan, sebagai informasi sudah 10 bulan terakhir laju inflasi Korsel tercatat dibawah 1 persen. Dengan demikian bayang-bayang deflasi masih akan  terus membayangi perekonomian negara ini. Perlambatan ekonomi Tiongkok memang menjadi salah satu hal yang  memengaruhi gerak perekonomian Korsel, hal ini disebabkan ekspor ke Tiongkok menyumbang seperempat dari total ekspor Korsel di tahun 2015 ini.

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here