Konsumsi Rumah Tangga Menurun, Tingkat Pengangguran Jepang Tetap Stabil

792

Sebelumnya, masih di pekan ini sudah dilaporkan lebih dulu bahwa rilis awal kinerja manufaktur Jepang untuk bulan Oktober ini berhasil bukukan pertumbuhan yang lebih baik dari yang tercatat di bulan sebelumnya. Menguatnya skor PMI manufaktur Jepang tersebut disebut-sebut sebagai salah satu sinyal positif yang menandakan bahwa ekonomi Jepang akan tumbuh moderat hingga tahun 2015 berakhir. Meski demikian tetap harus dipahami bahwa sejuah ini Jepang masih berhadapan dengan masalah menahunnya yang belum terselesaikan, yaitu rendahnya laju inflasi. (Lihat juga: Laju Inflasi Jepang Tetap Bertengger Pada Kisaran Nol Persen)

Ditengah masih lemahnya laju inflasi Jepang, memang tidak bisa ditampik bahwa kondisi pasar tenaga kerja di Jepang saat ini cukup baik. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi  Jepang, siang ini (30/10) kembali merilis data tingkat pengangguran Jepang untuk periode yang berakhir pada September 2015. Dalam rilis tersebut terlihat bahwa tingkat pengangguran di negara ini berakhir sesuai dengan prediksi ekonom yaitu masih tetap stabil pada level yang sama dengan yang tercatat di bulan sebelumnya sebesar 3,4 persen. Adapun rasio pelamar terhadap jumlah lapangan kerja adalah sebesar 1,24.  Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Japan Unemployment Rate

Dalam publikasi data pengangguran siang ini juga dijelaskan secara rinci bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja di Jepang tercatat naik menjadi 60,2 persen, dari yang semula hanya tercatat sebesar 59,6 di bulan sebelumnya. Demikian juga dengan jumlah orang yang dipekerjakan pada bulan September di Jepang tercatat sebesar 64.390.000, meningkat 370.000 orang atau naik 0,6 persen (yoy). Sementara itu, jumlah orang yang menganggur pada bulan September lalu tercatat sebesar 2,27 juta orang atau turun 60.000 orang atau turun 2,6 persen (yoy).

Sementara itu dalam laporan terpisah yang juga dirilis siang ini, terlihat bahwa rata-rata pengeluaran rumah tangga di Jepang bukukan penurunan sebesar 0,4 persen (yoy) pada bulan September lalu, kontras dengan bulan sebelumnya yang justru berhasil bukukan pertumbuhan sebesar 1,2 persen (yoy). Adapun rata-rata pendapatan bulanan per rumah tangga pada bulan lalu adalah sebesar ¥ 415.467, atau turun 1,6 persen (yoy), sedangkan rata-rata pengeluaran konsumsi per rumah tangga adalah ¥ 298.733, atau turun 1,7 persen (yoy).

 

 

 

Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here