Harga Gula ICE Berbalik Mantap

319

Harga gula berjangka ditutup dengan membukukan kenaikan mantap pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York dini hari tadi (03/11), berbalik dari posisi negatif pada perdagangan sebelumnya.

Kenaikan nilai tukar dollar AS terhadap beberapa mata uang tidak berpengaruh negatif di pasar gula berjangka. Biasanya kenaikan nilai tukar dollar membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relative lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaan akan komoditas tersebut mengalami penurunan yang signifikan.

Secara fundamental harga komoditas ini masih berpotensi untuk melanjutkan trend bullish. Kondisi pasokan di tingkat global masih mengkhawatirkan karena poduksi tampaknya masih akan berada di bawah permintaan. Para produsen di Brazil juga justru makin meningkatkan produksi ethanol. Kondisi ini tentunya menyebabkan ketersediaan tebu sebagai bahan baku gula makin berkurang.

Pada penutupan perdagangan Jumat dini hari harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016  terpantau menguat mantap. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melonjak sebesar 0,59 sen atau setara dengan 4,06 persen pada posisi 15,11 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dan dollar AS. Secara teknikal pergerakan harga komoditas ini masih berpotensi untuk mengalami peningkatan yang berkelanjutan karena indikator jangka pendek, menengah dan panjang masih berada dalam pola yang bullish.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 14,90 sen dan 14,60 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 15,40  sen dan 15,80 sen.

 

Freddy/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here