Defisit Perdagangan AS September Menyusut

296

Defisit perdagangan AS menyempit tajam pada September karena rebound dalam permintaan luar negeri untuk barang-barang Amerika. Kesenjangan perdagangan menyusut 15% dari bulan Agustus pada $ 40,81 miliar, defisit terkecil sejak Februari, demikian dinyatakan Departemen Perdagangan pada Rabu (04/11). Ekspor naik 1,6%, lompatan terbesar sejak awal 2014. Impor turun 1,8%, dimana orang Amerika memotong pembelian berbagai barang asing mulai dari ponsel hingga mobil.

Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal mengharapkan defisit perdagangan menyusut menjadi $ 41 miliar September. Melalui sembilan bulan pertama tahun ini, defisit perdagangan AS tumbuh 3,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014. Ekspor dan impor keduanya turun untuk tahun ini.

Namun, rebound di ekspor September bisa meningkatkan harapan bahwa pengaruh terhadap pabrik-pabrik dari perlambatan di Tiongkok dan negara berkembang lainnya tidak akan separah yang diperkirakan sebelumnya. Diantara produk yang naik adalah barang-barang konsumen seperti karya seni, barang antik, perangko dan perhiasan. Barang modal juga tumbuh.

Penurunan impor ini sebagian disebabkan oleh minyak mentah, harga yang telah jatuh tajam selama 18 bulan terakhir. Tetapi impor lainnya juga jatuh tanda kemungkinan bahwa bisnis menarik kembali, suatu perkembangan yang akan menahan pertumbuhan perekonomian menuju ke 2016. Impor pasokan industri turun ke level terendah sejak Agustus 2009, karena hampir seluruhnya untuk minyak mentah. Impor minyak menurun ke level terendah 11-tahun. Barang modal dan barang konsumsi-mencerminkan macam barang yang dibeli oleh rumah tangga dan perusahaan-juga jatuh.

Ekspor hanya mewakili sekitar 12% dari output ekonomi di AS, yang memungkinkan ekspansi tetap utuh meskipun gejolak luar negeri. Defisit perdagangan memiliki efek yang dapat diabaikan pada pertumbuhan di kuartal ketiga, ketika ekonomi tumbuh pada kecepatan tahunan 1,5%.

Meskipun bulan September ekspor Rebound, banyak ekonom mengharapkan ekspor menurun atau stagnan dalam beberapa bulan mendatang di tengah latar belakang pertumbuhan global yang lemah. Sebuah laporan terpisah dari Institute industri for Supply Management minggu ini menunjukkan sektor manufaktur AS tumbuh di laju paling lambat dalam lebih dari dua tahun pada bulan Oktober.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here