Kekuatan Konsumen Tiongkok Merosot, Namun Dampaknya Tidak Merata

521

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat, membuat permintaan barang-barang konsumsi terus menurun, hal ini sebagai refleksi dari kekuatan ekonomi kelas menengah yang juga terimbas dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi ini.

Beberapa produk yang cukup berhasil menerobos lesunya pasar di Tiongkok adalah sepatu olah raga Nike, jaringan restoran untuk minum kopi Starbucks dan pengecer produk pakaian Hennes & Mauritz AB serta produk gadget Apple Inc. masih cukup berhasil untuk terus melakukan terobosan pada pasar kebutuhan konsumsi di Tiongkok. Bahkan beberapa pengamat ekonomi memperkirakan bahwa produk-produk ini bukan saja berhasil menerobos pasar tetapi juga kedepannya masih mampu mencetak pertumbuhan omset untuk jangka panjang.

Menurut catatan, bahwa penduduk Tiongkok dengan pendapatan 106.000 yuan hingga 229.000 yuan diperkirakan mencapai 54% dari pendapatan national Tiongkok pada tahun 2022, hal ini mengalami pertumbuhan yang tajam bila dibanding 14% pada tahun 2012.

Di tengah merosotnya kekuatan konsumen di Tiongkok, untuk produk-produk tertentu justru mengalami peningkatan, seperti halnya Apple telah mendapatkan pendapatan operational hampir dua kali lipat, mencapai USD 23 miliar pada kuartal terakhir tahun ini, meliputi Tiongkok, Hong Kong dan Taiwan.

Hal yang sama dialami juga oleh IMAX Corp, dimana pengunjungnya IMAX tidak pernah sepi, dari 275 layar lebar, rata-rata memberi pendapatan USD 300.000 pada kuartal ke tiga tahun ini, meningkat dari USD 287.000 pada tahun lalu dengan 215 layar lebar. Secara keseluruhan IMAX meraih pendapatan box office hingga 33 juta yuan selama 9 bulan tahun ini, meningkat 53% dari pendapatan pada tahun lalu.

Sekalipun secara umum pertumbuhan merosot, namun pertumbuhan kesibukan penerbangan juga meningkat sebesar 12% selama sembilan bulan tahun 2015 ini dibanding tahun sebelumnya, dan hal ini terlihat dengan semakin banyaknya penerbangan asing.

Terlihat dari hasil tulisan para pengamat ekonomi di Tiongkok, bahwa perlambatan konsumsi sangat terasa pada daerah-daerah yang kekuatan ekonominya lebih rendah, sedang untuk daerah yang relatif memiliki kekuatan ekonomi lebih kuat justru terjadi peningkatan, bahkan untuk barang-barang konsumsi tingkat atas (high end products) juga mengalami peningkatan permintaan.

 

Nugroho/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here