Indonesia Bertahan, Konsumen Paling Optimis yang Keempat di Dunia

314

Tingkat keyakinan konsumen di dunia dan sejumlah negara Asia Tenggara cenderung menurun pada kuartal ketiga 2015 ini. Namun demikian, Indonesia masih tetap berada di urutan keempat teratas sebagai negara dengan konsumen yang paling optimistis dari 60 negara yang disurvei. Data ini didasarkan menurut laporan Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending terbaru untuk Q3 2015.

Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia dalam keterangan resmi kepada media menjelaskan, “Tingkat optimisme konsumen Indonesia masih menunjukkan penurunan di kuartal ini, yang disebabkan terjadinya penurunan pada tiga indikator yaitu optimisme mengenai prospek lapangan kerja dalam 12 bulan ke depan yang turun dari 68 persen di kuartal II menjadi 64 persen,” terang Agus di Jakarta pada Kamis (5/11).

Selanjutnya, disebutkan Agus, optimisme mengenai kondisi keuangan pribadi dalam 12 bulan ke depan yang menurun dari 80 persen menjadi 64 persen dan optimisme mengenai keinginan atau niat untuk berbelanja dalam 12 bulan ke depan yang juga menurun dari 53 persen menjadi 49 persen.

konsumenSumber: Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending, November 2015

Urutan pertama dan kedua negara dengan tingkat kepercayaan konsumen tertinggi ditempati oleh India dan Amerika Serikat. Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, Filipina, Indonesia, Thailand dan Vietnam bertahan sebagai 10 negara yang paling optimis, pada urutan yang ketiga (117), empat (116), lima (111) dan sepuluh (105). Singapura berada di bawah lagi pada urutan yang kedua belas. Sementara Malaysia tercatat sebagai konsumen yang paling pesimis di Asia Tenggara dengan score di bawah rata-rata dunia, di level 78.

“Dengan pengecualian Malaysia, tingkat keyakinan di Asia Tenggara masih sejalan dengan rata-rata global walau agak tertahan dalam beberapa kuartal terakhir yang mencerminkan pelambatan pertumbuhan ekonomi kawasan ini,” terang laporan Nielsen ini.

“Kekuatiran mengenai ekonomi, kestabilan politik, dan meningkatnya biaya hidup telah meningkatkan kekuatiran yang berdampak pada pengurangan belanja,” jelas Nielsen kembali.

Untuk Indonesia, disebutkan Agus, kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi meningkat, dimana pada kuartal II ada 37 persen konsumen yang mengatakan kondisi ekonomi merupakan kekhawatiran utama mereka dan di kuartal III ini persentasenya meningkat menjadi 46 persen.

Setelah ekonomi, konsumen Indonesia mengkhawatirkan keseimbangan antara hidup dan pekerjaan (17 persen) dan kebahagiaan dan kesejahteraan orang tua (15 persen).

The Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilaksanakan antara 10 Agustus sampai 4 September 2015, melalui survey online kepada lebih dari 30 ribu konsumen di 60 negara kawasan Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara.

 

 

Jhon Pl/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here