Obligasi Rupiah Diperdagangkan Meningkat Setelah Pengumuman Adanya Lelang Minggu Depan

661

Obligasi Rupiah dibuka datar, meskipun kelihatannya ada dukungan di sisi penawaran tanpa katalis untuk mengangkat pasar.
Pada sesi 2 perdagangan sedikit  berubah, namun permainan berubah setelah Departemen Keuangan mengumumkan akan menerbitkan obligasi dari lelang obligasi pada tanggal 10 November. Lelang berikutnya ditargetkan sebesar 6 triliun Rupiah, yang dapat ditingkatkan sampai 9 triliun Rupiah.

Obligasi tenor 10 tahun diperdagangkan meningkat dengan yield 8.56%, obligasi tenor 15 tahun dengan yield 8.90% dan obligasi tenor 20 tahun dengan yield 8.95%.
Pasokan terbatas karena tekanan jual berkurang.

Selain obligasi benchmark,terlihat juga trader asing masih mencari T-bills (terutama  surat berharga tenor 6 bulan ), diperdagangkan dengan yield 6.28%. Yield turun 2 sampai 10 bps.

Yield indikatif hari ini:

Obligasi                          Yield Terkini
SPN (1 th)                        7.00% (+.00)
FR69 (5 th)                      8.55%  (-0.02)
FR70 (10 th)                    8.56%  (-0.10)
FR71 (15 th)                    8.90%  (-0.07)                          
FR68 (20 th)                    8.95%  (-0.09)

Indon25                           4.40%, spread T+ 226
Indon45                           5.65%, spread T+ 255

Bella Dona/VM/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here