Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Q3 Meningkat

1142

Badan Pusat Statistik pada hari Kamis (05/11) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan-III 2015. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2015 terhadap triwulan III-2014 (y-on-y) tumbuh 4,73 persen meningkat dibanding triwulan II-2015 yang tumbuh 4,67 persen, namun melambat dibanding capaian triwulan III-2014 yang tumbuh 4,92 persen.

Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi ditetapkan berdasaran data PDB yang merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Dengan meningkatnya PDB Indonesia pada triwulan ke III-2015 dibandingkan triwulan ke II-2015 menggambarkan terjadinya pergerakan ekonomi masyarakat, dimana ada peningkatan hasil baik dari barang maupun jasa. Berdasarkan rilis BPS, tercatat semua lapangan usaha bertumbuh kecuali Pertambangan dan Penggalian. Dengan demikian diharapkan kegairahan usaha yang terjadi di hampir semua lapangan usaha ini dapat terus berlanjut yang akhirnya dapat semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

indonesia-gdp-growth-annual

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai dari sektor Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,83 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 6,56 persen diikuti oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2015 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh 3,21 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 7,03 persen, sedangkan dari sisi Pengeluaran pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 9,27 persen.

Untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2015 (c-to-c) tumbuh 4,71 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha kecuali Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 4,48 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran didorong oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 4,98 persen dan Komponen PMTB yang tumbuh 4,23 persen.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III-2015 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 58,27 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,37 persen, dan Pulau Kalimantan 7,99 persen.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here