IHSG 6 November Ditutup Terganjal Profit Taking

177

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat (06/11) ditutup turun 0,23% pada 4566,55, demikian juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ditutup turun 0,40% ke posisi 783,83.

Pada perdagangan hari ini 125 saham mengalami penguatan dan 139 saham yang mengalami penurunan. Jumlah saham yang berhasil diperdagangkan hari ini mencapai 3,60 miliar saham dengan nilai sebesar Rp3,58 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 177.831 kali.

Pelemahan IHSG terjadi dengan adanya aksi profit taking investor asing. Saat pembukaan tadi pagi tercatat hasil yang positif, namun memasuki sesi 1 terkoreksi dan terus terjadi pelemahan, sekalipun pelemahan tersebut semakin mengecil, sehingga di akhir perdagangan IHSG melemah 0,23%. Tercatat pada hari ini dana asing yang lari ke luar bursa 53,86 miliar rupiah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG akan berupaya rebound dengan optimisme penguatan ekonomi Indonesia dengan pelaksanaan paket kebijakan ekonomi tahap VI. Namun juga perlu mewaspadai data tenaga kerja AS yang akan dirilis malam ini yaitu Non Farm Payroll dan Unemployment Rate. Jika hasilnya membaik maka akan semakin menguatkan dimungkinkannya kenaikan suku bunga AS akhir tahun ini, dan hal tersebut akan melemahkan bursa global dan bisa terkena juga pada IHSG.

Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran Support 4536-4500 dan kisaran Resistance 4596-4630.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here