Meski Asing Jual Saham, Rupiah Nyaman Dizona Hijau

185

Kekuatan Rupiah hingga awal perdangan akhir pekan ini (6/11) masih terlihat sehingga bersiap memposisikan penguatan secara mingguan setelah 3 minggu berturut sebelumnya Rupiah tertekan oleh kurs dollar AS.

Meski di perdagangan bursa saham, investor asing sedang melakukan banyak aksi jual hingga mencetak net sell sebesar Rp3,9 miliar kurs Rupiah tetap bertahan di zona positif setelah dibuka menguat dari perdagangan sebelumnya.

Sejak awal perdagangan selain menguat di pasar spot, BI sendiri telah menetapkan kurs Jisdor hari ini menguat dari perdagangan sebelumnya di posisi 13603 menjadi 13550. Di pasar spot kurs Rupiah berhasil menguat 0,16% dari akhir perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13521/US$.

Secara fundamental kekuatan Rupiah ditopang oleh kondisi ekonomi tanah air yang sedang meningkat, terlihat dari data PDB yang dirilis BPS kemarin. BPS umumkan PDB Q3 naik ke posisi 4,73% dari posisi 4,67% pada kuartal sebelumnya, kenaikan ini sekaligus mensinyalkan prospk kenaikan lanjutan pada kuartal keempat tahun ini. Kenaikan PDB ini sedikit ditopang oleh belanja pmerintah yang cukup efektif dari 6 bulan sebelumnya.

Untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini masih berpotensi terjadi penguatan oleh respon positif pasar baik pasar saham maupun obligasi. Analyst Vibiz Research Center memperkirakan hari ini Rupiah berusaha mengetes level resistance  13.420 dan 13.390 per dollar.  

 

 

Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here