Optimisme Ekonomi Australia, Dampak Pemotongan Suku Bunga

592

Ekonomi Australia mengalami pertumbuhan sebagai dampak dari pemotongan suku bunga dan melemahnya nilai tukar dollar Australia, sehingga diperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan. Inflasi juga diperkirakan akan terus menurun hingga Juni 2016, demikian menurut laporan RBA yang disampaikan pada hari Jumat (6/11).

Demikian juga pertumbuhan lapangan kerja menunjukkan terus membaik, dimana target pengangguran pada ambang 6-6.25% hingga tahun depan, dan diprediksi akan terus menurun sesuai dengan penguatan pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung.

Menurut laporan RBA, melemahnya nila tukar dollar Australia mempunyai kontribusi yang kuat untuk indikator pertumbuhan ekonomi ini, diantaranya tanda-tanda positif terjadi pada penciptaan lapangan kerja, penurunan pengangguran, survey kondisi dunia usaha dan juga data-data perdagangan yang menunjukkan tanda optimisme.

Dollar Australia terus melemah hingga 71.42 cents dollar AS, sehingga dorongan konsumsi masyarakat juga terus meningkat sehubungan dengan rendahnya suku bunga dan peningkatan tenaga kerja berpenghasilan. Hal ini disertai juga dengan kondisi dunia usaha yang semakin membaik sehubungan dengan rendahnya bunga pinjaman, kondisi usaha yang lebih baik, nilai tukar australia yang terdepresiasi secara beruntun sejak beberapa tahun belakangan ini.


Pengaruh Ketidakpastian Ekonomi Tiongkok

Merosotnya nilai tukar dollar Australia beberapa tahun ini berasal dari pengaruh ketidakpastian ekonomi Tiongkok, dimana sebagai dampak melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok maka harga-harga komoditas yang diperdagangkan oleh Australia mengalami pukulan yang sangat hebat, sehingga dollar Australia terdepresiasi hingga 30%.

Ekonomi Tiongkok sangat berdampak pada ekonomi Australia karena hubungan perdagangan komoditi yang sangat kuat, sehingga dampak menurunnya permintaan dari Tiongkok sangat berpengaruh pada Australia, termasuk dampak dari merosotnya indeks saham dan juga devaluasi yuan memiliki imbas yang significant pada Australia.

Merosotnya pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Tiongkok juga langsung berdampak pada pertambangan dan manufaktur Australia, khususnya yang berkaitan dengan komoditi bijih besi dan batubara.

 

Masih Optimis

Ekonomi Australia ditargetkan akan tumbuh sekitar 2-3% hingga Juni 2016, dan akan terus bertumbuh lagi sekitar 2,75-3,75% pada tahun 2017.

Pertumbuhan ini diperkirakan akan berlangsung, sedikit terkendala karena pertumbuhan jumlah penduduk yang rendah, namun optimisme pertumbuhan ekonomi sebagaimana ditargetkan memiliki tanda-tanda yang cukup kuat untuk mendukungnya.

 

Nugroho/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here