Market Outlook 9-13 November 2015

270

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau menguat bias penguatan bursa kawasan dan global namun agak tertahan dengan isyu mendekatnya rencana kenaikan suku bunga the Fed, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat 2.4% ke level 4,566.55.

Untuk minggu berikutnya ini (9-13 November) bursa berpotensi terpangkas sehubungan dengan isyu kenaikan suku bunga the Fed dengan tetap mengacu kepada arah bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4696 dan 4930, sedangkan support di level 4415 dan kemudian 4012.

Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau rebound menguat sekalipun US dollar sedang beranjak perkasa di pasar global, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level 13,555. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,235 dan 14,800, sementara support di level 13,240 dan 13,020.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Core Retail Sales m/m dan Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
• Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data tenaga kerja Claimant Count Change Inggris pada Rabu sore; diikuti dengan pidato ECB President Draghi pada Rabu malam; diteruskan dengan German Prelim GDP q/q pada Jumat sore.
• Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis Industrial Production y/y China pada Rabu pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat mengalami penguatan ke posisi enam bulan tertingginya setelah data menunjukkan ekonomi Amerika telah mencetak tenaga kerja yang melampaui ekspektasi, mendorong kemungkinan kenaikan bunga pada bulan depan, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau menguat tajam ke level 99.150. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah ke level 6.5 bulan terendahnya pada 1.0744. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0665 dan 1.0465 sementara resistance pada 1.1075 dan kemudian 1.1495.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.5051 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.5515 dan 1.5660 sedangkan support pada 1.4960 dan kemudian 1.4565. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melejit ke level 123.20. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 121.65 dan 125.26, serta support pada 120.00 serta level 118.07. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun ke level 0.7049. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.6900 dan 0.6775, sementara resistance level di 0.7385 dan 0.7655.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat terutama untuk bursa di Jepang dan China, sementara pasar agak tenang menantikan hasil laporan tenaga kerja di AS. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami kenaikan ke level 19265. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20665 dan 20965, sementara support pada level 18640 dan lalu 17820. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 22867. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24135 dan 25660, sementara support di 22345 dan 20500.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat lagi pada minggu yang keenam secara berturut-turut, meskipun data tenaga kerja yang melampaui ekspektasi menahan pergerakan penguatan selanjutnya. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat 1.4% ke level 17,907.86, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18185 dan 18345, sementara support di level 17515 dan 16730. Index S&P 500 minggu lalu menguat 0.95% ke level 2,094.30 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2135 dan 2175, sementara support pada level 2050 dan 2010.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau merosot tajam -yang paling tajam sejak Juni 2013- oleh data perbaikan sektor tenaga kerja di Amerika yang menguatkan indikasi the Fed akan segera menaikkan suku bunganya mulai Desember dan berakhir dalam harga emas dunia yang melorot 4.6% ke level $1087.55 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1138 dan berikut $1190, serta support pada $1080 dan $1045. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah tajam juga ke level Rp476,646.

Pasar investasi nampaknya masih akan terus bergejolak. Adanya tekanan ekonomi di Eropa dan China dengan pemulihan di Amerika, masih tetap memberi peluang harga naik untuk sejumlah pilihan investasi. Gejolak bisa berbentuk volatilitas pasar yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai sangat dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya. Kita harus terima saja bahwa demikian memang situasi dan kondisi pasar saat ini. Untuk memenangkannya, nampaknya, kita yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill. Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Sudah terbukti. Bagi para member, kami sampaikan kembali terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Counsulting
Vibiz Consulting Group

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here