Prospek Ekonomi Tiongkok Dinaikkan Moderat Oleh OECD

272

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD memangkas prospek pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini dan juga tahun depan termasuk negara-negara besar dunia seperti negara kawasan euro, Amerika, Jepang,  dan India. 

OECD tetapkan pertumbuhan global diperkirakan akan menjadi sekitar 2,9 persen tahun ini,  kurang sedikit dari 3 persen yang terlihat di bulan September, dan akan menjadi prospek terlemah sejak 2009 menurut laporan outlook ekonomi global terbarunya. 

Demikian juga untuk tahun 2016, OECD memangkas prospek pertumbuhan  global menjadi 3,3 persen dari 3,6 persen. Sedangkan untuk tahun 2017, OECD tetapkan prospek pertumbuhan global hanya  3,6 persen. Selain itu OECD juga memperkirakan perdagangan global akan tumbuh 2 persen tahun ini, investasi bisnis   meningkat 3,3 persen per tahun selama 2015-16 di setiap negara anggota OECD.

Namun untuk Tiongkok justru sebaliknya,OECD justru naikkan prospek pertumbuhan tahun ini namun untuk tahun depan baru diturunkan. Proyeksi pertumbuhan Tiongkok untuk tahun ini dinaikkan sedikit menjadi 6,8 persen dari 6,7 persen, prospek untuk tahun depan dipangkas menjadi 6,2 persen dari 6,5 persen. Pertumbuhan negara ekonomi  terbesar kawasan Asia ini diperkirakan sebesar 6,2 persen pada tahun 2017.

Perlambatan pertumbuhan  Tiongkok berhasil dikurangi  secara bertahap setelah laporan  peningkatan aktivitas konsumsi dan jasa beberapa periode terakhir yang sempat berhasil menaikkan PDBnya pada kuartal kedua lalu. 

Pada negara berkembang lainnya, permasalahan umumnya meningkat oleh turunnya  harga komoditas , kondisi kredit ketat dan pertumbuhan output potensial yang lebih rendah, dan depresiasi mata uang yang tajam dapat mengekspos kerentanan keuangan.

 

 

Lens Hu/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here