Bursa Korsel Dibuka Lemah Masih Mencerna Data Fundamental Domestik dan Tiongkok

462
Vibizmedia Photo

Pada awal perdagangan bursa Korea Selatan Rabu (11/11), Indeks Kospi dibuka melemah 0,2% pada 1992.69. Pelemahan terjadi dengan kinerja negatif saham-sahamnya. Demikian juga pasar masih menantikan data ekonomi Tiongkok yang diperkirakan bisa mempengaruhi bursa kawasan Asia.

Sementara pagi ini dari data indikator ekonomi dalam negeri, telah dirilis hasil Unemployment Rate Korea Selatan bulan Oktober dimana terjadi penurunan, pada bulan sebelumnya tercatat pada tingkat 3,5%, dan hasil bulan Oktober tercatat 3,4%. Hasil ini di luar perkiraan survey sebelumnya yang memperkirakan pada level 3,6%. Penurunan tingkat Unemployment Rate ini seharusnya memberikan sentimen positif bagi bursa Korsel, namun kelihatannya investor masih mencerna dan masih lebih tertekan dengan kondisi secara global.

Di antara saham-saham unggulan yang mengalami penurunan adalah saham perusahaan baja Posco menurun 0,6 persen. Sementara itu saham-saham lainnya yang menjadi pemberat bursa adalah saham Ping Shan Tea Kdr yang turun -41%, saham En3 turun -13,54%, saham Grand Korea Leisure turun 10,65, saham Coway turun -4,6%, saham Hanshin Coconstruction turun -4,48%

Sedangkan untuk indeks kospi berjangka juga mengalami pelemahan. Saat ini terpantau turun -0,15 poin atau -0,06% pada 245.75, dimana pada penutupan sebelumnya berada pada 245.90.

Untuk perdagangan hari ini belum ada lagi arahan dari fundamental domestik. Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Kospi akan bergerak merespon data ekonomi Tiongkok.

Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 243.76-242.61 dan kisaran Resistance 246.50-247.65

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here