Harga CPO Melemah Terganjal Penurunan Harga Minyak Mentah

367

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Rabu (11/11) terpantau mengalami penurunan. Harga komoditas ini gagal memanfaatkan sentimen positif berupa penurunan mata uang ringgit. CPO tidak juga kunjung rebound meskipun mata uang ringgit hari ini menurun terhadap dollar AS. Penurunan ringgit menyebabkan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Seharusnya hal ini mendorong kenaikan permintaan.

Namun turunnya harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen negatif yang mengakibatkan harga CPO tertahan di dalam trend melemah. Melemahnya harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO berkurang permintaannya.

Pada perdagangan minyak mentah di sesi Asia, harga minyak mentah retreat setelah terjadinya peningkatan persediaan minyak mentah di AS. Stok minyak mentah AS melonjak 6,3 juta barel dalam pekan sampai 6 November, demikian dinyatakan kelompok industri American Petroleum Institute, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk peningkatan 1 juta barel.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan tajam. Harga kontrak Januari 2016 yang merupakan kontrak paling aktif mengalami penurunan sebesar 45 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.337 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk melanjutkan trend melemahnya. Pergerakan harga masih akan dipengaruhi oleh pergerakan mata uang ringgit dan kondisi permintaan dan pasokan global. Harga minyak mentah juga memberikan pengaruh kuat terhadap pergerakan harga CPO.

Harga CPO berjangka kontrak Januari 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.300 ringgit dan 2.270 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi kenaikan ada pada posisi 2.370 ringgit dan 2.400 ringgit.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here